Dikunjungi 158 Ribu Wisman Bulan Lalu, Pariwisata Indonesia Diperkirakan Pulih Akhir 2021

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 406 2320142 dikunjungi-158-ribu-wisman-bulan-lalu-pariwisata-indonesia-diperkirakan-pulih-akhir-2021-rM6ct0aoIo.jpg Piaynemo di Raja Ampat, Papua (Foto by Indonesia Travel)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2020 mencapai 158.190 kunjungan.

Dibandingkan dengan September 2020, jumlah kunjungan wisman pada bulan lalu meningkat sebesar 4,57%. Namun jika dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2019, mengalami penurunan tajam sebesar 88,25%.

Baca juga:  Uji Nyali di Hotel Berhantu Paling Menyeramkan di Dunia, Nih 5 Rekomendasinya!

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah mengatakan, kenaikan jumlah wisman memang cenderung meningkat dari bulan ke bulan, tapi masih sangat terbatas dan jauh di bawah normal.

Namun, dengan asumsi vaksin sudah ada dan bisa didistribusikan pada awal tahun 2021, diyakini pandemi Covid-19 secara bertahap akan mereda. "Pandemi diperkirakan benar-benar berakhir paling cepat triwulan 3 tahun 2021," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/12/2020).

Seiring meredanya pandemi Covid-19, lanjut dia, pariwisata diprediksi akan mulai membaik dan benar-benar pulih jelang akhir tahun depan. "Saya perkirakan pariwisata akan benar-benar pulih pada triwulan 4 tahun 2021," sebut dia.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menambahkan, permintaan sektor pariwisata akan naik jika masyarakat yakin bahwa penanganan Covid-19 berjalan dengan baik dan terjamin keamanannya.

Dia juga meminta agar pemerintah menghentikan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta dan kota lainnya serta menghapus peraturan yang menghambat pergerakan masyarakat.

Baca juga:  Ini Jadwal Libur Akhir Tahun Usai Dipangkas 3 Hari, Traveler Tetap Bisa Jalan-Jalan Kok

Menurut dia, pelaksanaan PSBB di lapangan tidak dilakukan dengan disiplin baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Adapun selama PSBB diterapkan, tingkat okupansi hotel anjlok hingga ke kisaran 25%-30%. Bahkan pada bulan April-Mei 2020 ada anggota PHRI yang melaporkan bahwa sebanyak 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini