76 Ribu Hektare Lahan di Kawasan Wisata Pulau Fraser Australia Ludes Terbakar

Antara, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 406 2320183 76-ribu-hektare-lahan-di-kawasan-wisata-pulau-fraser-australia-ludes-terbakar-tSPHQwOPzz.JPG Lahan di kawasan wisata Pulau Fraser, Australia terbakar (Foto: Antara)

PETUGAS pemadam kebakaran Australia tengah berjibaku memerangi kebakaran hutan besar-besaran di Pulau Fraser. Kebakaran tersebut sebelumnya memaksa wisatawan untuk meninggalkan pulau di lepas pantai timur laut itu.

Pulau Fraser, yang merupakan pulau pasir terbesar di dunia, telah dilanda kebakaran selama enam pekan.

Kebakaran telah menghanguskan lebih dari 76 ribu hektar lahan, atau hampir setengah dari pulau itu, yang terdaftar sebagai warisan dunia karena hutan hujan tropis dan bukit pasirnya.

Baca juga: Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

"Kondisi tetap tidak dapat diprediksi dan dapat berubah dengan cepat," kata layanan darurat negara bagian Queensland dalam sebuah pernyataan, Rabu (2/12/2020).

Disebutkan pula bahwa para tamu dan staf di salah satu resor terbesar di pulau itu harus bersiap pergi kapan saja.

Media Australia melaporkan bahwa beberapa tamu pada Selasa diangkut keluar Pulau Fraser, yang juga dikenal dengan nama aslinya K'gari, ketika kondisi cuaca memburuk.

Lebih dari satu juta liter air dan gel tahan api telah dijatuhkan di atas api pada titik kebakaran sejak Sabtu pekan lalu.

"Saya pikir ini membuat frustrasi semua orang, fakta bahwa api unggun telah menjadi penyebab semua kebakaran ini. Dengan dampak yang besar ini, api itu dimulai di bagian yang sangat-sangat terpencil dari pulau (Fraser), dan sangat sulit untuk diakses," kata Wakil Komisaris Layanan Darurat dan Kebakaran Queensland, Mike Wassing, kepada Nine News.

Australia sedang menghadapi gelombang panas besar, yang telah berlangsung di seluruh daerah pedalaman negara itu selama sepekan terakhir, dan sekarang gelombang panas itu bergeser ke timur laut.

Padahal, kondisi lembab sepanjang tahun secara umum membatasi ancaman kebakaran yang melanda Australia selama musim kebakaran lalu.

Kebakaran lahan pada musim panas lalu menghanguskan lebih dari 11 juta hektare semak belukar, menewaskan 33 orang dan miliaran hewan asli Australia. Bencana kebakaran itu disebut oleh Perdana Menteri Scott Morrison sebagai "musim panas hitam" Australia.

Biro Meteorologi Australia pada Rabu memprediksi, kondisi gelombang panas yang hebat di daerah pedalaman negara bagian Queensland dengan suhu diperkirakan jauh di atas 40 derajat celsius, namun angin laut akan membuat cuaca tetap dingin di dekat pantai.

Larangan total untuk membuat api unggun telah diberlakukan di beberapa bagian wilayah timur laut yang sedang mengalami gelombang panas besar pertama musim kebakaran hutan Australia, yang biasanya berlangsung dari akhir musim semi di bagian selatan hingga musim panas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini