Islandia Buka Pintu bagi Wisatawan yang Sembuh dari Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 406 2320624 islandia-buka-pintu-bagi-wisatawan-yang-sembuh-dari-covid-19-iGVnae8rV8.JPG Panorama es di Islandia (Foto: iStock)

ISLANDIA akhirnya mengizinkan wisatawan dengan riwayat positif Covid-19 untuk berkunjung ke wilayah mereka. Wisatawan bahkan tidak perlu lagi menjalani karantina mandiri, atau melakukan serangkaian tes untuk membuktikan bahwa mereka telah terbebas dari paparan virus asal Wuhan, China itu.

Sayangnya, kebijakan ini hanya berlaku untuk wisatawan dari negara anggota European Economic Area (EEA), dan mulai berlaku pada 10 Desember mendatang.

"Otoritas kesehatan Islandia telah menyatakan bahwa pengunjung yang pernah terpapar virus Covid-19 dan tidak memiliki risiko menyebarkan virus tersebut, diperbolehkan untuk mengunjungi Islandia," tulis Iceland Review seperti dilansir Okezone dari Fox News.

Baca juga: Mengintip Ruang Tersembunyi di Pesawat Tempat Pramugari Beristirahat

Kendati demikian, mereka belum dapat memastikan apakah individu yang pernah terpapar virus corona menjadi kebal dan tidak memiliki risiko tertular lagi. Maka dari itu, seluruh wisatawan diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, terutama mengenakan masker dan menjaga jarak saat berada di tempat-tempat umum.

Sementara bagi wisatawan yang tidak memiliki riwayat Covid-19, mereka akan diminta untuk melakukan tes PCR dan menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Namun kebijakan tersebut nampaknya akan segera direvisi, seiring munculnya wacana 'paspor digital Covid-19' yang diinisiasi oleh International Air Transport Association akan segera diberlakukan.

Pasport ini berisikan informasi-informasi wisatawan terkait kondisi kesehatan mereka, hasil tes Covid-19 dan vaksinasi yang telah diverifikasi oleh laboratorium resmi, maskapai, dan pemerintah di negara asal mereka.

Pasport Covid-19 ini juga memiliki beragam fungsi lain, termasuk memudahkan wisatawan mencari pusat layanan kesehatan yang melayani perawatan virus corona, serta membantu mereka untuk melakukan tracing.

Seperti diketahui, Islandia telah membuka kembali pintu pariwisata untuk negara-negar Uni Eropa sejak Juni lalu. Pakar kesehatan menilai hal ini sangat berisiko mengingat Eropa tengah menghadapi gelombang ketiga virus Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini