Strategi Pengembangan Wisata Indonesia Diubah ke Quality tourism untuk Tingkatkan Devisa

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 406 2320683 strategi-pengembangan-wisata-indonesia-diubah-ke-quality-tourism-untuk-tingkatkan-devisa-hxCpb3Ehti.jpg Menparekraf Wishnutama Kusubandio (Kemenparekraf)

SEKTOR pariwisata menjadi yang paling terdampak dari pandemi Covid-19, karena identik dengan pergerakan manusia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio optimistis pariwisata akan bangkit dengan strategi yang diubah.

“Pariwisata paling terdampak dan paling lama pulih, tetapi harus bangkit memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin,” kata Wishnutama saat memberikan arahan dalam rakor Badan Otorita pariwisata Indonesia di Yogyakarta melalui zoom meeting, Rabu 2 Desember kemarin.

Baca juga: Kemenparekraf Apresiasi 20 Perguruan Tinggi Pendamping Desa Wisata

Menurutnya, imbas dari Covid-19 telah menyebabkan penurunan wisatawan mancanegara dan perlambatan perjalanan wisatawan domestik. Kekuatan bangsa ini pada sektor kreativitas dan keramahan, yang harus dikembangkan karena tidak bisa tergantikan dengan teknologi digital.

“Kami harus membangun kekuatan-kekuatan yang diberikan Tuhan kepada kita, yaitu creativity and hospitality,” katanya.

Sektor wisata memiliki peran strategis dalam mendongkrak pendapatan negara. Pemerintah telah membentuk tiga Badan Pelaksana Otorita untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo-Flores.

Baca juga: Wisman ke Sumut Terbanyak Asal Malaysia, Dominan Masuk via Kualanamu

Badan otorita sebagai pengelola zona otoritas harus mampu mengembangkan kawasan pariwisata secara terpadu. Kawasan ini diamanatkan agar menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi produk pariwisata baru berstandar global.

“Strategi pengembangan sektor pariwisata ke depan telah berubah, dari quantity tourism menjadi quality tourism yang akan mampu membuka lapangan kerja dan peningkatan devisa,” katanya.

Wishnutama mengatakan, masyarakat internasional masih percaya dengan Indonesia dan memilih sebagai tuan rumah Annual Meeting Global Tourism Forum 2021. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk kebangkitan industri pariwisata dan mempromosikan pariwisata Indonesia, terutama lima destinasi pariwisata super prioritas.

Inspektur Utama Inspektorat Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma mengatakan, rakor ini menjadi ajang untuk sharing pengalaman dari setiap badan otorita dalam mengembangkan kawasan wisata. Ini sangat penting untuk membangkitkan kembali industri wisata yang sempat terpuruk.

“Rakor ini sangat strategis untuk koordinasi kinerja dalam mengelola dna mengambangkan wisata,” katanya.

Sementara Direktur Badan otoritas Borobudur (BOB) Indah Juanita mengatakan, rakor ini diikuti sekitar 100 peserta dari tiga badan otoritas di Indonesia untuk mengkoordinasi ketugasan yang ada. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19, banyak kegiatan fisik yang harus ditunda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini