Hilang Selama 160 Tahun, Patung Kepala Kuda Kembali ke Museum China

Antara, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 406 2320789 hilang-selama-160-tahun-patung-kepala-kuda-kembali-ke-museum-china-1n3oCTyoJ6.jpg Istana Kuno Musim Panas (Yuangmingyuan) tetap lestari meski porak-poranda akibat perang (Wikipedia)

PATUNG kepala kuda yang terbuat dari perunggu akhirnya kembali ke Museum Istana Kuno Musim Panas di Beijing, China, setelah raib selama 160 tahun.

Patung kepala kuda yang dicuri oleh pasukan Inggris dan Prancis 160 tahun yang lalu akhirnya kembali ke rumah asalnya di Istana Kuno Musim Panas yang dikenal dengan nama Yuanmingyuan sekaligus menjadi peninggalan budaya China yang pertama kembali dari luar negeri, demikian media China, Kamis (3/12/2020).

Baca juga:  UEA Tetapkan Libur Nasional 5 Hari, Warga Dilarang Lakukan Perayaan 

Kepala Badan Warisan Budaya Nasional China (NCHA) Liu Yuzhu dalam seremonial pemulangan patung tersebut mengatakan bahwa peninggalan budaya akan hilang jika bangsanya lemah, sebaliknya peninggalan budaya akan terawat jika bangsanya kuat.

Tentu saja kembalinya patung tersebut mendapatkan sambutan hangat dari warganet China.

Tanda pagar "kembalinya patung kuda ke Yuanmingyuan" di Weibo dilihat 250 juta kali hingga Selasa 1 Desember 2020 sore.

 

Tahun ini merupakan peringatan 160 tahun penjarahan besar-besaran dan perusakan Yuanmingyuan yang bersebelahan dengan kompleks Tsinghua University di Distrik Haidian itu.

Liu mencatat keberhasilan pengembalian peninggalan bersejarah tersebut berkaitan erat dengan kerja keras pemerintah China dan para mitranya dari Hong Kong dan Makau.

Baca juga:  5 Tips Menabung bagi Milenial yang Ingin Traveling ke Luar Negeri

Pada 13 November 2019, taipan kasino dari Makau mendiang Stanley Ho mendonasikan koleksinya senilai 69,1 juta dolar HK (Rp126,2 miliar) ke Museum Nasional Kota Terlarang di Beijing yang dia beli dari lelang pada September 2007.

Warganet China sangat berharap peninggalan budaya China lainnya yang berada di luar negeri segera dipulangkan.

Wakil Direktur Istana Kuno Musim Panas Li Xiangyang mengatakan bahwa sebagian besar peninggalan yang hilang dari museumnya akibat Perang Candu Kedua (1856-1860) tersimpan rapi di Inggris dan Prancis.

Sayangnya beberapa peninggalan lain di istana tersebut tidak diketahui jumlahnya karena arsipnya turut hilang.

Sementara jika melihat bangunan Kota Terlarang, ada sekitar 800 ribu hingga 1 juta item benda peninggalan yang hilang.

Sampai saat ini di situs tersebut baru ada 2.000 prasasti dan batu bata, demikian pakar sejarah Liu Yang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini