Barang Apa Saja yang Sering Dicuri Tamu Hotel dan Restoran?

Ika Widi Oktavina, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 406 2321014 barang-apa-saja-yang-sering-dicuri-tamu-hotel-dan-restoran-ocOK64TIs8.jpg Ilustrasi kamar hotel (Leeholidays)

Banyak hotel anggota SLHW sengaja melengkapi kamar mereka dengan barang-barang unik yang tidak akan bisa ditolak oleh tamu. Misalnya di Viceroy Bali, ada tanda "Are You Happy?" yang dipasang di kamar untuk mendorong para tamu meminta apa pun yang mereka butuhkan, tetapi sering kali tanda tersebut hilang setelah tamu check-out.

Hotel-hotel lainnya seperti di Milaidhoo Maldive, Ski and Spa El Lodfe di Spanyol, Grand Forest Mitsovo di Yunani, Fendi Private Suites di Roma, dan lainnya, memperbolehkan tamu membawa sandal jepit berlogo resor, tanda hiasan, botol air, hingga alat pemegang kartu.

Pelaku bisnis perhotelan juga berkata beberapa dari barang-barang ini muncul lagi, dalam gambar yang dikirim kembali kepada mereka oleh tamu yang baik hati.

Sederet hotel yang berbasis di Hong Kong dan Australia bermain dengan ide mencuri dengan "tas jarahan", yang diisi dengan perlengkapan mandi dan makanan ringan lalu ditinggalkan di kamar tamu. Tetapi tempat perhotelan lainnya secara aktif mencari barang mereka kembali.

Sedangkan sederet resto Meksiko yang berbasis di Inggris, Wahaca, rutin mengadakan amnesti Januari di mana para pencuri bisa tergoda untuk mengembalikan sendok plastik bermerek dengan janji taco gratis.

"Kami pikir ini akan menjadi cara yang menyenangkan untuk memberi penghargaan kepada siapa pun yang cukup berani untuk membawa kembali sendok setelah mereka 'meminjam'," kata juru bicara Ricky Davison.

Salah satu keuntungan dari pandemi Covid-19 adalah berkurangnya sendok yang hilang tahun ini, dengan restoran Wahaca telah ditutup hampir sepanjang tahun 2020 atas perintah pemerintah.

“Jadi, saat ini kami tidak memiliki rencana untuk mengadakan amnesti pada Januari mendatang,” lanjut Davison

Salah satu bar di Belgia punya cara yang unik untuk mengatasi kebiasaan pengunjung ini sejak awal. Sebelum mendapat bir, pelanggan harus menyerahkan salah satu sepatu mereka lalu diletakkan di keranjang, yang selanjutnya ditarik ke langit-langit.

Pemilik Alex De Vriendt menegaskan bahwa hanya ketika gelas berbentuk khas untuk bir Max of the House dikembalikan dengan aman barulah pengunjung mendapatkan alas kaki mereka kembali.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini