5 Keunikan Noken Papua, Traveler Sudah Tahu Belum?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 406 2321819 5-keunikan-noken-papua-traveler-sudah-tahu-belum-gINxoxy1Em.jpg Noken Papua. (Foto: Instagram/@kemenparekraf.ri)

NOKEN Papua hari ini muncul pada mesin pencari Google Search untuk Indonesia. Pada laman depan Google, terlihat jelas gambar doodle berbentuk noken yang merupakan salah satu benda khas Papua dan Papua Barat.

Selain noken Papua, doodle itu juga menampilkan rumah adat Papua yakni, Honai dan Lembah Baliem, tempat tinggal suku Dani, Yali dan Lani di Pegunungan Jayawijaya. Mengutip laman resmi Google, gambar doodle hari ini merupakan hasil karya seniman asal Depok, Danu Fitra.

“Doodle hari ini untuk merayakan noken, tas hasil kerajinan tangan tradisional yang merupakan penanda budaya dan sosial ekonomi di Papua dan Papua Barat, Indonesia,” tulis Google pada keterangannya, Jumat (4/12/2020).

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut keunikan tas tradisional asli Papua tersebut, berikut Okezone rangkumkan 5 fakta menarik tentang noken Papua yang wajib Anda ketahui.

Sarat akan makna dan filosofis

Kerajinan dalam bentuk tas ini sarat akan makna dan filosofis. Noken merupakan kerajinan khas tanah Papua yang hanya boleh dibuat oleh orang Papua karena melambangkan kedewasaan seorang perempuan lokal.

Jika tidak bisa membuat noken, maka perempuan tersebut belum dianggap dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah.

Terbuat dari bahan alami dan diakui UNESCO

 noken

Salah satu keistimewaan dari noken terletak pada bahan baku yang digunakan. Tas tradisional masyarakat Papua ini terbuat dari serat kulit kayu.

Bahan baku serat kayunya pun berbeda-beda, ada yang dari kulit kayu Pohon Manduan, Pohon Nawa, hingga Anggrek Hutan. Karena keunikannya tersebut, noken telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan tak benda pada 2012 lalu.

Baca Juga: Noken Papua Hiasi Google Doodle Hari Ini, Ada Apa?

 

Fungsi noken

Sama seperti penggunaan tas pada umumnya, noken juga digunakan untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari. Dilansir dari laman Instagram @kemenparekraf.ri, biasanya masyarakat Papua menggunakan noken untuk membawa hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian, membawa anak, hingga kayu bakar. Noken juga dipakai dalam upacara maupun sebagai kenang-kenangan untuk tamu.

Cara pakai yang unik

Uniknya, jika tas pada umumnya dipikul, masyarakat Papua biasa menggunakan Noken dengan cara digantungkan dikepala. “Inilah yang menjadikan noken sebagai simbol kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyakarat di tanah Papua," tulis keterangan instagram @kemenparekraf.ri

 

Banyak ukuran

Kerajinan noken ini juga terdiri dari beberapa ukuran lho, Okezoners! Untuk Noken yang berukuran besar disebut Yatoo, biasanya digunakan untuk membawa kayu bakar, tanaman hasil panen, barang-barang belanjaan, hingga menggendong anak.

Noken yang berukuran sedang disebut Gapagoo yang digunakan untuk membawa barang-barang belanjaan dalam jumlah sedang. Sedangkan Mitutee adalah sebutan untuk noken yang berukuran kecil yang digunakan untuk membawa barang-barang pribadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini