Filosofi Noken, Warisan Budaya UNESCO Kebanggaan Masyarakat Papua

Jaya Wanda Puspa Bekti, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 406 2322127 filosofi-noken-warisan-budaya-unesco-kebanggaan-masyarakat-papua-ftwiKoTqVC.jpg Noken Papua. (Foto: Instagram kemenparekraf.ri)

ADA yang sudah melihat tampilan Google Doodle kemarin? Tepat pada Jumat 4 Desember 2020 mesin pencari Google Indonesia dihiasi oleh ilustrasi warisan budaya kebanggan masyarakat papua, noken.

Google mengangkat tema ini untuk merayakan warisan budaya noken Papua. Terlihat dari gambar, terdapat dua orang yang mengenakan tas tersebut yang digantung di kepala dengan membawa hasil pertanian juga kayu sedang memandangi Lembah Baliem dan rumah adat Papua yaitu Honai yang merupakan tempat tinggal bagi Suku Dani, Yali dan Lani di pegunungan Jayawijaya.

Cara mengenakan noken tersebut adalah, tali panjang di gantung di kepala dan bagian tas dibiarkan berada di punggung, tas ini sangat menarik karena berbeda dari yang lain.

 noken

Seniman Ilustrasi Danu Fitra dari Depok dalam wawancaranya bersama Google mengatakan, ilustrasi noken bermula dari ketertarikanya untuk mengunjungi Papua.

"Saya tahu noken memiliki banyak filosofi, salah satunya adalah sumber kehidupan yang baik dan kemakmuran karena noken dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari hutan, kemudiam digunakan untuk membawa hasil panen dari hutan," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Filosofi lain dari noken Papua adalah memiliki simbol kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyarakat Papua juga penanda penting budaya dan sosial-ekonomi di Papua dan Papua Barat.

Baca Juga:Serunya Oka Antara Liburan Campervan di Pantai Glagah, Boyong Anak Istri Tercinta

Noken dibuat karena masyarakat Papua membutuhkan wadah untuk membawa dan memindahkan barang juga hasil bumi, bahkan digunakan pula untuk menggendong anak.

Bahan bakunya terbuat dari pohon Manduam, pohon Nawa dan berbagai jenis tanaman lain. Noken sendiri merupakan simbol pemersatu lebih dari 250 etnik di Papua

Cara membuat tas ini cukup sulit karena kayu harus dikeringkan dan dipilih seratnya lalu dipintai agar menjadi tali dan dirangkai menggunakan tangan. Noken hanya boleh dibuat oleh para wanita Papua dan hanya para wanita yang berhak membuatnya.

Para wanita di Papua sejak kecil sudah di ajarkan membuat Noken, karena membuat Noken melambangkan kedewasaan wanita. Jika mereka tidak bisa membuat noken, mereka tidak dianggap dewasa yang dimana itu adalah syarat untuk menikah.

Noken menjadi ciri khas dan ikon Papua. Dalam beberapa tahun terakhir, warisan budaya Papua ini di daftarkam ke UNESCO sebagai hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia. Tepat pada 4 Desember 2012, Noken ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda oleh UNESCO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini