Mau ke Amerika Serikat Harus Bayar Rp213 Juta?

Ersa Ambarita, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 406 2322151 mau-ke-amerika-serikat-harus-bayar-rp213-juta-dvIGXZSbk6.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PRESIDEN Donald Trump baru-baru ini mengeluarkan kebijakan baru terkait kunjungan wisatawan dan pebisnis yang akan datang ke Amerika Serikat. Kebijakan tersebut mewajibkan setiap pengunjung membayar 15.000 dolar atau Rp213 juta.

Kementerian Luar Negeri turut menyatakan bahwa aturan sementara ini akan berlaku kepada pemegang visa B-1 dan B-2 dari 24 negara. Program percobaan ini akan mulai dijalankan pada 24 Desember 2020 hingga 24 Januari 2021 di Amerika Serikat.

"Program ini dirancang agar berlaku bagi warga negara dari negara tertentu dengan tarif tinggal yang lebih tinggi. Ini akan berfungsi sebagai alat diplomatik untuk mendorong pemerintah asing dalam mengambil semua tindakan yang tepat guna memastikan warga negara mereka tepat waktu meninggalkan Amerika Serikat setelah melakukan kunjungan sementara," tulis Dokumen Kementerian Luar Negeri AS, dilansir dari Reuters, Sabtu (5/12/2020).

Regulasi visa terbaru ini akan memungkinkan petugas konsuler AS untuk mewajibkan wisatawan dan pebisnis dari negara-negara yang warga negaranya memiliki tingkat overstay 10 persen atau lebih tinggi pada tahun 2019, untuk membayar jaminan sebesar 5.000 dolar hingga 15.000 dolar AS. Dua puluh empat negara yang dipilih telah memenuhi kriteria tersebut, termasuk 15 negara di benua Afrika.

Baca Juga: Filosofi Noken, Warisan Budaya UNESCO Kebanggaan Masyarakat Papua

Meski demikian, uang jaminan akan tetap dikembalikan jika warga negara tersebut telah keluar dari Amerika Serikat.

Trump yang kalah melawan Joe Biden menjadikan pembatasan imigrasi sebagai agenda akhirnya sebelum lengser secara resmi. Sementara itu, dari 24 negara yang harus mengikuti aturan tersebut adalah Afghanistan, Iran, Suriah, Yaman, Libya, Mauritania, Eritrea dan Sudan.

Negara lain termasuk Angola, Bhutan, Burkina Faso, Burundi, Cabo Verde, Chad, Republik Demokratik Kongo, Djibouti, serta Gambia, Guinea-Bissau, Laos, Liberia, Myanmar (Burma), Papua Nugini, Sao Tome dan Principe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini