Sejarah Bundaran HI, Tempat Puspa Dewi Nenek Tercantik se-Indonesia Mejeng Manja

Salsabila Jihan, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 549 2322312 sejarah-bundaran-hi-tempat-puspa-dewi-nenek-tercantik-se-indonesia-mejeng-manja-UyTPfyav4u.jpg Puspa Dewi. (Foto: Instagram puspadewihc)

PUSPA Dewi kembali menjadi perbincangan hangat netizen di dunia maya. Sosok yang pernah viral di 2017 karena disebut sebagai nenek tercantik se-Indonesia.

Melalui akun media sosialnya, Puspa Dewi pernah membagikan dua foto saat dirinya berpose di depan sebuah tempat yang sangat terkenal di wilayah ibu kota, Monumen Selamat Datang atau Bundaran HI.

Pada unggahannya foto pertama, Puspa Dewi terlihat sedang perpose sembari melompat di depan Monumen Selamat Datang tersebut. Ia membelakangi air mancur yang sedang menyala yang memperindah monumen tersebut.

"Wanna fly? Jump and Touch the Sky. Open your wing and be free..😀," tulisnya dalam keterangan postingan di laman instagram pribadinya @puspadewihc.

Di foto keduanya, ia berpose mengikuti patung selamat datang.

 puspa

"Ngikutin Gaya patung Selamat Datang😀," lanjutnya.

Monumen Selamat Datang atau Patung Selamat Datang merupakan ciri khas Ibu Kota yang berada di tengah Bundaran Hotel Indonesia. Bundaran ini terletak di tengah persimpangan jalan M.H. Thamrin dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir, dan Jalan Kebon Kacang.

Baca Juga: Intip Keunggulan Noken Wamena yang Dipakai si Cantik Chelsea Islan

Monumen Selamat Datang berupa patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung tersebut menghadap ke arah utara. Itu dimaksudkan untuk menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional.

Monumen ini berawal dari ide Presiden Soekarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang saat itu merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Lalu dilanjutkan oleh tim pematung dari Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni.

Patung ini memakan waktu sekitar satu tahun untuk proses pembuatannya. Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Sukarno pada tahun 1962.

Presiden Sukarno membangun Monumen Selamat Datang ini untuk menyambut para tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada 1962.

Patung perunggu ini memiliki tinggi 5 m yang terhitung dari dari kepala sampai kaki, sedangkan keseluruhnya memiliki tinggi kurang lebih 7 m dari kaki hingga tangan yang melambai, dan tinggi kaki patung adalah 10 m.

Saat ini, Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Monumen Selamat Datang menjadi tempat yang populer bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Apalagi setiap hari minggu pagi diadakan car free day di kawasan ini sehingga dipenuhi oleh para pedagang kaki lima dan masyarakat yang melakukan berbagai aktivitas. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini