Museum London Visualisasi Mimpi Buruk Warganya Selama Pandemi Covid-19

Ersa Ambarita, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 406 2322483 museum-london-visualisasi-mimpi-buruk-warganya-selama-pandemi-covid-19-sYeW7h4DV0.JPG Ilustrasi (Foto: Boldsky)

PANDEMI virus corona atau Covid-19 telah menimbulkan gejolak dan tekanan di berbagai sendi kehidupan, termasuk menyoal kesehatan mental dan sikap sehari-hari.

Melalui proyek 'The Guardian Angel' sebuah museum di Inggris ingin memvisualisasikan sekaligus memberi narasi emosional betapa besarnya dampak pandemi Covid-19 kepada generasi mendatang.

Melansir laman TRT World, pola kehidupan penduduk London, Inggris telah berubah. Tak hanya kehidupan sehari-hari karena pandemi, namun juga terkait dengan cara seseorang tidur dan bermimpi.

"Kami akan mengumpulkan mimpi sebagai sejarah lisan orang pertama dengan tujuan untuk memberikan narasi yang lebih emosional dan pribadi saat ini untuk generasi mendatang," kata Foteini Aravani, kurator digital di Museum London.

Baca juga: Kisah Pramugara Jualan Sayur Usai Dirumahkan hingga Berakhir Bahagia

Museum London lantas meluncurkan kemitraan dengan Museum of Dreams yang berbasis di Western University di Kanada.

“Secara tradisional, ketika museum mengumpulkan mimpi, maka mimpi itu (tergambar) dalam bentuk kesan artistik. Misalnya lukisan atau gambar yang dipengaruhi peristiwa. Namun, hal ini seringkali dapat memisahkan mimpi dari si pemimpi,” terangnya.

Menurut survei King's College London yang dilakukan dari Juni 2020, kecemasan terhadap kehidupan pandemi tak berhenti menghantui saat kita terjaga saja, melainkan juga mengganggu waktu tidur.

Para peneliti menemukan bahwa 50 persen orang dalam kelompok usia 16-24 tahun mengklaim bahwa mereka jadi lebih sering mengalami kondisi ketika mimpi terasa terlalu nyata sampai-sampai membuat mereka kesulitan membedakan antara kenyataan dan dunia mimpi.

Sedangkan, Sharon Sliwinski selaku pencipta Museum of Dreams mengatakan, penelitian dengan Museum London bertujuan menyediakan sumber daya yang kaya untuk lebih memahami pentingnya kehidupan mimpi sebagai mekanisme untuk mengatasi konflik sosial.

Proyek ini nantinya akan berlangsung pada Februari 2021, di mana publik akan diundang untuk berbicara tentang mimpi Covid-19 mereka dengan para tim ahli internasional yang terlatih. Mimpi para warga London yang dikumpulkan selama pandemi nantinya bakal jadi sumber informasi berharga bagi sejarawan, ilmuwan, maupun seniman di masa mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini