Kunjungan Pasangan Honeymoon ke Bali Lesu Imbas Corona

Antara, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 406 2322496 kunjungan-pasangan-honeymoon-ke-bali-lesu-imbas-corona-viNECiCvCL.JPG Ilustrasi (Foto: Theweddingvowsg)

PULAU Dewata adalah tempat populer bagi para pengantin baru yang ingin menikmati kebersamaan di awal pernikahan mereka dengan berbulan madu alias honeymoon. Namun, pandemi Covid-19 mengubah karakteristik wisatawan domestik yang ingin melepas penat di Bali.

General Manager Sanctoo Suites & Villas di Gianyar, Subali Adi Putra, berujar bahwa sebelum pandemi terjadi, vila-vila biasanya jadi tempat berlibur favorit untuk dua sejoli yang sedang berbulan madu.

"Berdasarkan statistik internal, sekarang yang datang lebih banyak keluarga. Dulu banyak honeymoon-er, sekarang tidak ada yang bulan madu," ungkap Subali belum lama ini.

Vila yang dulunya jadi tempat menarik untuk para pasangan baru kini dianggap sebagai tempat yang lebih aman untuk berlibur karena wisatawan bisa lebih bebas beraktivitas tanpa bertemu orang lain.

Baca juga: 5 Tempat Nongkrong Asyik di Surabaya untuk Mengisi Akhir Pekan

Posisinya yang terpisah, fasilitas pribadi yang bisa dinikmati membuat wisatawan merasa lebih nyaman melepas penat di vila. Salah satunya adalah tidak perlu berbagi kolam renang dengan wisatawan lain karena vila-vila biasanya sudah dilengkapi dengan kolam renang pribadi.

Pergeseran karakteristik wisatawan lainnya berkaitan dengan asal tamu. Dalam kondisi normal, ia banyak menerima tamu mancanegara dari berbagai tempat. Ketika pembatasan wilayah diterapkan, turis mancanegara belum bisa leluasa datang ke pulau Bali sehingga kini pasar didominasi oleh turis domestik.

Di luar fasilitas menarik yang ditawarkan, keamanan dan keselamatan di tengah wabah virus corona masih jadi prioritas.

"Mereka berharap protokol kesehatan diterapkan," kata Subali mengenai preferensi utama para tamu yang berlibur di tempatnya selama pandemi.

Sekadar diketahui, dalam upaya memulihkan perputaran roda ekonomi nasional di sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjalankan kampanye #DiIndonesiaAja.

Cara ini bertujuan meningkatkan kembali kepercayaan turis terhadap pariwisata, dan mengajak para pemangku kepentingan industri pariwisata nasional untuk meningkatkan kebijakan dan kedisiplinan berwisata aman.

Kesehatan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas utama di mana protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (Clean, Healthy, Safety, Environment/CHSE) di hotel, area fasilitas umum, transportasi serta destinasi wisata harus betul-betul berjalan.

Sebelumnya, geliat pariwisata di Bali mulai terlihat di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Kabupaten Badung, yang kembali membuka kunjungan bagi wisatawan sejak Jumat, 4 Desember 2020.

Sekitar 800 orang berkunjung ke sana pada hari itu, namun petugas tetap membatasi agar jumlah orang yang masuk ke dalam pedestal patung GWK hanya 100 orang pada saat bersamaan dari kapasitas maksimal 500 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini