Share

Pelancong Nekat ke Solo, Harus Rela Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

INews.id, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 406 2322875 pelancong-nekat-ke-solo-harus-rela-dikarantina-14-hari-di-benteng-vastenburg-8xIveUp9JH.JPG Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Foto: Instagram/@fx.rudyatmo)

SOLO memberlakukan aturan tegas bagi para pendatang yang memasuki wilayah itu. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mewajibkan pelancong menjalani karantina bilamana memasuki Kota Solo saat libur akhir tahun. Mereka nantinya harus bersedia dikarantina selama 14 hari alias dua pekan di Benteng Vastenburg.

Aturan karantina efektif berlaku mulai 15 Desember hingga 15 Januari. Sanksi karantina ini diberlakukan menyusul masuknya Kota Solo ke urutan 10 besar di Jawa Tengah dalam jumlah penderita Covid-19 terbanyak.

"Apapun alasannya, arep jagong manten (mau menghadiri resepsi pernikahan) apalagi berlibur, masuk Solo atau cuma sekedar melintas, tetap dikarantina selama 14 hari," ujar pria yang akrab disapa Rudy, Minggu, 6 Desember 2020.

Baca juga: Kena PHK, Belasan Pramugari Banting Setir Jadi Penari Striptis

Menurutnya, Tim Satgas Pemantau Kota Solo segera dibentuk untuk memantau pergerakan pendatang. Nantinya tim yang beranggotakan Linmas, Satpol PP, Dishub, TNI dan Polri, yang mulai bekerja sejak karantina diberlakukan, bakal langsung disebar di beberapa titik masuk ke Kota Solo.

Mulai dari bandara, terminal bus, stasiun kereta, Tugu Mahkota, Kleco, jembatan Jurug, Tanjung Anom, Sumber, palang joglo.

Rudy menambahkan, kebijakan karantina ini dikhususkan untuk pendatang dari luar wilayah Solo. Sehingga bagi warga Solo yang kebetulan bekerja di Solo, seperti ASN, wartawan, tidak akan dikarantina. Termasuk warga yang tinggal di wilayah terdekat dengan Solo, juga tidak akan dikarantina.

"Iso entek ASN ku yen tak karantina. Lha wong ASNku kui umahe nang luar Solo. (Bisa habis ASN-ku yang tak karantina. Lah ASN-ku kebanyakan tempat tinggalnya di luar Solo) seperti Bu Ning (Kepala Dinkes Kota Solo) itu rumahnya di Karanganyar kerjanya di Solo. Masak di Karanganyar," ternag Rudy.

"Terus wartawan, itu kan rumahnya di luar Solo, tapi kerjanya di Solo, masak juga dikarantina. Terus warga yang tinggalnya berdekatan dengan Solo, mosok ya dikarantina. Ini khusus pendatang luar Kota Solo," tegasnya lagi.

Pemantauan lanjut Rudy, dilakukan untuk mengetahui pendatang itu berasal dari mana, kemudian difokuskan pada pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sehingga, siapapun yang akan masuk ke Kota Solo, akan diperiksa KTP-nya. "Gampang sekarang sudah online, tinggal di cocokkan beres," ujarnya.

Sedangkan untuk tenda di lokasi karantina, pihaknya telah mengirim surat pada Kopassus dan Brigif 413 untuk meminjam tenda berukuran besar

"Surat sudah kami ajukan pada Kopassus dan Brigif 413 untuk pinjam tenda Kami butuh tenda 4 atau 5 buah tenda," pungkas Rudy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini