Share

MICE dan Bisnis Event Dinilai Jadi 'Pertolongan Pertama' Pariwisata Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 406 2322881 mice-dan-bisnis-event-dinilai-jadi-pertolongan-pertama-pariwisata-indonesia-34l2thEZ31.JPG Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani (Foto: Kemenparekraf)

PANDEMI Covid-19 menyebabkan kerugian sekitar Rp7 triliun bagi industri pariwisata Indonesia. Khususnya pada penyelengaraan MICE (Meeting, Incentive Convention and Exhibition).

Namun dalam dua bulan terakhir, industri MICE Indonesia menemukan harapan baru berkat aktivitas kementerian dan pemerintah daerah yang melakukan kegiatan penyerapan anggaran di hotel.

Disebutkan bahwa Industri MICE dan perjalanan wisata terbukti menjadi pertolongan pertama (First Aid) yang berkontribusi dalam perjalanan menuju pemulihan pariwisata dan pemulihan ekonomi khususnya triwulan terakhir.

Minggu ini sebuah perhelatan pertemuan bisnis berbasis virtual bertajuk 2nd Indonesia International MICE Expo 2020 juga berhasil digelar dengan mempertemukan seller dan buyer pada sesi bisnis One on One menggunakan platform Jublia Business Matching. Pertemuan itu menghasilkan 570 pertukaran informasi dan 146 pertemuan bisnis langsung selama 3 hari.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rizki Handayani Mustafa mengaku optimis jika penyelenggaraan MICE kembali bergerak seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Kena PHK, Belasan Pramugari Banting Setir Jadi Penari Striptis

Hal ini tidak terlepas dari penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness Health Safety and Environment Friendly) yang sangat ketat. Maka dari itu, Rizki mengimbau agar para pelaku bisnis tersebut tetap melaksanakan peraturan dan protokol kesehatan tersebut agar industri ini dapat berjalan dan bisa cepat berdaptasi dengan tatanan kebiasaan baru.

"Kami juga berharap dinas pariwisata daerah bekerjasama erat dengan otoritas setempat yang memberikan ijin penyeleggaraan acara sesuai protokol kesehatan dalam hal pembatasan jumlah peserta dan dilakukan secara hybrid yaitu online dan offline," kata Rizky Handayani dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (7/12/2020).

Sementara itu, Panca R Sarungu selaku Co Founder IIME mengatakan, untuk membuat kegiatan ini lebih produktif, pihaknya menggunakan sistem Business Matching Jublia yang mirip bahkan lebih baik dari Virtual Internasional seperti ITB Asia Singapura dan WTM Inggirs baru-baru ini. Sistem tersebut memungkinkan pertemuan bisnis tatap muka dan fitur lanjutan lainnya.

"Namun tantangan utamanya adalah membiasakan normal baru dalam diskusi secara online dengan orang baru dan beberapa hal teknis yang kedepan akan terus disempurnakan," ujar Panca.

Terdapat 57 perusahaan penyedia jasa MICE di Indonesia sebagai seller dan 60 buyers dari domestik dan internasional yang bergabung dalam IIME 2020. Tercatat buyers yang diseleksi dan lolos kriteria antara lain Amerika Serikat, Australia, Spanyol, Arab Saudi, Singapura, Filipina, Jerman, India, Nigeria, Belanda dan juga pelaku bisnis dari seluruh Indonesia.

Awan Aswinabawa, CEO A&T Travel Nusa Tenggara Barat menyambut baik pelaksanaan event ini dan merasakan manfaat dari pertemuan Face to face dengan pihak pembeli dari mancanegara. Untuk ini dirinya mengapresiasi sistem business matching yang dipilih oleh penyelenggara IIME yang memungkinkan membuat jadwal pertemuan, rescheduling dan melalukan presentasi seperti bertatap muka secara langsung.

"Ini kesempatan menarik bertemu banyak calon pembeli produk wisata dari mancanegara walau secara virtual sekaligus memberikan update terbaru jika suatu saat kesempatan berwisata antar Negara dibuka kembali. Ke depan semoga event seperti ini dapat juga dilakukan di berbagai daerah tujuan wisata MICE," ujarnya.

Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf Masruroh, pada kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah menginisiasi kegiatan familiarization trip untuk korporasi.

"Kegiatan diharapkan dapat membangun kepercayaan kepada para pengambil keputusan dalam perusahaan untuk melakukan perjalanan dinas dan meeting bagi karyawan diluar kantor. Khususnya ke Destinasi MICE di Indonesia dengan ketentuan dan protokol kesehatan yang berlaku," ujarnya.

Perhelatan IIME sendiri adalah hasil yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta didukung oleh Asosiasi Pariwisata di Indonesia diantaranya GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia), ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia), PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), MASATA (Masyarakat Sadar Wisata), dan IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini