Membangun Citra Positif Pariwisata Indonesia Melalui Implementasi CHSE

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 406 2322885 membangun-citra-positif-pariwisata-indonesia-melalui-implementasi-chse-QDhV2Es1RW.jpg Ilustrasi usaha perhotelan (Foto: Okezone.com)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyelenggarakan program 'We Love Bali' sebagai bentuk edukasi sekaligus kampanye peningkatan kualitas penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environtment (CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat di Bali.

Program 'We Love Bali' melibatkan pemangku kepentingan serta masyarakat di Bali untuk meninjau destinasi dan melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Terdapat berbagai program perjalanan (famtrip) yang masing-masing akan berlangsung selama tiga hari dua malam ke berbagai destinasi di Bali selama periode Oktober hingga Desember 2020.

Baca juga: Pelancong Nekat ke Solo, Harus Rela Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani mengatakan, melalui kampanye ini diharapkan dapat membentuk safety awareness yang perlahan tercipta dalam pola pikir pelaku usaha pariwisata di Bali dan juga wisatawan.

Awareness untuk menjalankan protokol kesehatan yang penuh kedisiplinan sehingga dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Khususnya di Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

"Sehingga diharapkan industri pariwisata di Bali mulai bergerak dan semangat untuk kembali berkarya sekaligus memberikan edukasi dalam mengimplementasikan protokol kebiasaan baru bagi pelaku usaha pariwisata, masyarakat pengelola destinasi wisata, dan masyarakat umum yang mengikuti kegiatan tersebut," kata Rizki.

Sebagaimana yang disampaikan Menparekraf Wishnutama, dengan rasa kepedulian yang tinggi dalam melaksanakan protokol kesehatan diyakini sektor pariwisata akan segera bangkit namun tetap dipastikan aman dari penularan Covid-19.

"Melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan, penuh rasa kepedulian. Rasa kepedulian terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan yang paling penting terhadap sektor pariwisata," paparnya.

Lebih lanjut ia memastikan bahwa penyelenggaraan kegiatan 'We Love Bali' menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Pelaksanaan protokol kesehatan yang baik di Bali akan menimbulkan citra positif yang baik untuk sektor pariwisata bukan hanya di Bali tapi juga Indonesia di mata internasional. Karena kita ketahui kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sebanyak 6,3 juta orang pada tahun 2019 atau mencapai sekitar sebesar 39,1 persen dari wisatawan asing secara nasional sebanyak 16,1 juta orang," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini