6 Fakta Unik Desa Wisata Koto Masjid yang Disambangi Ustadz Abdul Somad

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 549 2323051 6-fakta-unik-desa-wisata-koto-masjid-yang-disambangi-ustadz-abdul-somad-iSsrNhalfT.JPG Ustadz Abdul Somad saat berkunjung ke desa wisata Koto Masjid (Foto: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

USTADZ Abdul Somad (UAS) diketahui tengah melakukan kunjungan di Desa Wisata Koto Masjid, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Selain berdakwah, UAS juga sempat meluangkan waktu untuk menjajal beberapa objek wisata di desa tersebut.

Salah satunya Air Terjun Tambang Murai yang menyuguhkan pemandangan eksotis. Dalam keterangan video yang diunggahnya, kunjungan Ustadz Abdul Somad ke Desa Koto Masjid ini merupakan agenda bulanan yang diselenggarakan oleh Yayasan Tabung Waqaf Ummat (YTWU).

"Pertemuan Bulanan Yayasan Tabung Waqaf Ummat (YTWU) di air terjun Tambang Murai, Wisata Kampar Riau. Dari Bangkinang arah Payakumbuh. Talau Pusako Wisata, Desa Koto Masjid," tulis UAS.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Panduan CHSE bagi Anda Pencinta Kuliner

Menariknya, belum lama ini, Desa Koto Masjid berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik dalam acara Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata 2020, Jakarta, Rabu 2 Desember 2020.

Koto Masjid sendiri merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, provinsi Riau, Indonesia. Desa ini memiliki julukan sebagai Kampung Patin karena potensi yang luar biasa yang dimiliki Koto Masjid dalam bidang perikanan.

Di Koto Masjid, terdapat 776 kolam ikan, di mana luas semua kolam mencapai 42 hektare, dengan jumlah produksi per hari 3-4 ton ikan patin. Lantas apa saja yah daya tarik Desa Koto ini? Berikut Okezone rangkumkan ulasannya.

Ustadz Abdul Somad

1. Tidak ada rumah tanpa kolam

Di kampung ini tidak ada rumah tanpa kolam ikan. Sejarahnya karena Kampung Patin ini dulunya salah satu desa yang ditenggelamkan karena dibangunnya PLTA Koto Panjang. Warganya direlokasi ke tempat yang lebih tinggi dan sekarang namanya koto mesjid.

2. Fasilitas memadai

Bagi wisatawan yang tertarik berkunjung ke Desa Wisata Koto Masjid tidak perlu bingung mencari akomodasinya. Saat ini sudah ada 30 homestay yang dikelola langsung oleh warga lokal. Harganya pun relatif terjangkau.

3. Pemandu wisata sudah tersertifikasi

Ingin menggali lebih dalam tentang sejarah dan informasi-informasi menarik seputar Desa Wisata Koto Masjid? Tenang, saat ini sudah tersedia pemandu wisata yang tersertifikasi lho, Okezoners!

4. Banyak kuliner lezat

Sesuai dengan julukannya, Desa Wisata Koto Masjid menyajikan beragam hidangan berbahan dasar ikan patin.

"Karena keunikannya pada ikan patin sehingga olahan atau produknya kita buat bermacam-macam ada otak-otak, nugget, kerupik ikah, burger patin dan mpek mpek patin dan sebagainya," ujar Ketua dan Pendamping Sekolah Tinggi Pariwisata Riau, Eni Sumiarsih.

Selain itu, bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh khas Kampung Patin juga terdapat banyak souvenir yang dibuat langsung oleh masyarakat sekitar.

5. Rekomendasi objek wisata

Tak hanya di Desa Wisata Koto Masjid, di sekitarnya juga terdapat sejumlah objek wisata yang menarik untuk disambangi. Seperti Sungai Gagak. Di hulu sungai ini terdapat air terjun yang sangat indah

"Beberapa waktu lalu bahkan ada yang datang dari Persatuan sepak bola Bandung datang ke Sungai Gagak untuk gathering," tambah Eny.

Selain itu, bagi wisatawan yang hobi berburu spot instagramable bisa menyambangi ke Puncak Kompe. Puncak Kompe ini terdapat di atas waduk PLTA Kota Panjang.

"Latar belakangnya banyak pulau-pulau, jadi kalau selfie foto disitu keren," tambahnya.

6. Hanya 2,5 jam dari Pekanbaru

Untuk bisa sampai ke desa ini wisatawan hnya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dari Pekanbaru. Paket wisata juga sudah tersedia di Kampung Patin ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini