Pelat Atap Menara 99 Islamic Center Mataram Berjatuhan Disapu Angin

Antara, Jurnalis · Selasa 08 Desember 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 406 2323749 pelat-atap-menara-99-islamic-center-mataram-berjatuhan-disapu-angin-lZX3qRdKyo.JPG Petugas mengecek kerusakan pelat atap Menara 99 Islamic Center Mataram (Foto: Antara)

SEJUMLAH pelat atap Menara 99 Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, salah satu destinasi wisata religi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) berjatuhan usai diterjang angin kencang, pada Senin, 7 Desember 2020 kemarin.

"Sampai saat ini, petugas kami sudah mengumpulkan sekitar 6 pelat atap Menara 99 berwarna kuning yang jatuh akibat angin kencang," ungkap Kepala UPTD Pengelolaan Destinasi Wisata Unggulan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, M Ilham.

Meski begitu, pihaknya mengaku belum dapat memastikan posisi kerusakan atap Menara 99 karena untuk mengetahui bagian pelat atap mana yang hilang membutuhkan peralatan khusus.

"Tinggi menara itu 99 meter, jadi tidak bisa kita lihat dari bawah. Karena itu, sejauh ini kami belum tahu juga dampak dari lepasnya pelat tersebut, mungkin saat hujan baru kita lihat bocor atau tidak," sambungnya.

Sementara untuk tindak lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi NTB. Sebab, bangunan Islamic Center masih menjadi tanggung jawab Dinas PU setempat.

"Tapi, hal itu tidak mengganggu aktivitas di Islamic Center termasuk kegiatan salat berjamaah tetap berjalan seperti biasa," kata dia.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Mataram, Arif Rahman menyebut, angin kencang yang terjadi merupakan dampak dari fenomena La Nina, sehingga mengakibatkan terjadinya hujan deras, angin kencang, angin puting beliung dan gelombang laut hingga 2,5 meter.

Akibatnya, saat ini juga terdapat sekitar 13 pohon di sejumlah titik jalan di Kota Mataram yang tumbang.

"Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi ini berpotensi terjadi 2-3 hari ke depan. Ini merupakan awal dari musim hujan dan angin kencang, puncaknya akan terjadi pada akhir Desember 2020, Januari dan Februari 2021," katanya.

Terkait hal itu, Arif mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana, dan hindari keluar rumah ketika terjadi cuaca ekstrem. Terutama di jalan-jalan yang rawan bencana pohon tumbang, seperti di Jalan Langko, Penjanggik, Sriwijaya, Brawijaya, Lingar Selatan, dan Jalan Sudirman Selagalas.

"Jika tidak ada hal yang terlalu penting dan mendesak, sebaiknya di rumah saja," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini