Share

Jalan-Jalan ke Desa Panglipuran, Protokol CHSE Ketat Bikin Wisatawan Enggak Takut Corona

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 08 Desember 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 408 2323850 jalan-jalan-ke-desa-panglipuran-protokol-chse-ketat-bikin-wisatawan-enggak-takut-corona-R4phX6WmRI.jpg Desa Panglipuran. (Foto: Okezone/Wilda)

JIKA Anda singgah di Kabupaten Bangli saat berkunjung ke Bali, jangan lupa mampir ke Desa Penglipuran. Di sini Anda bisa melihat keakraban penduduk asli Bali yang masih mengedepankan adat dan budayanya.

Desa Penglipuran berasa di ketinggian sekitar 600-700 meter dari permukaan laut. Akibat berada di posisi ketinggian ini, membuat udara sejuk akan terbayang oleh Anda.

Sesuai dengan program We Love Bali, protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment) di Desa Panglipuran sangat ketat. Di gerbang masuk, tersedia hand sanitizer juga wastafel untuk mencuci tangan.

 panglipuran

Begitu juga saat wisatawan jalan-jalan ke dalam area perkampungan, penduduk sekitar pun patuh protokol CHSE. Mereka wajib masker hingga menyediakan hand sanitizer untuk wisatawan.

Selain udaranya yang sejuk, ada hal unik lain di Desa Penglipuran yang sayang untuk dilewatkan. Di desa ini, penduduknya memiliki bangunan rumah yang sama antara satu dengan lainnya.

Baca Juga: Apa Itu CHSE Pariwisata dan Ekonomi Kreatif?

Rumah-rumah khas Bali ini akan Anda temui di sepanjang Desa Penglipuran. Konon katanya, jika salah satu penduduk mengubah beberapa komponen rumah seperti warna genteng atau yang lainnya, mereka akan mendapatkan teguran dari kepala adat.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Oh iya, harga tiket masuk Wisata Desa Penglipuran adalah Rp15 ribu per orang. Namun semenjak pandemi, pihak pengelola tidak mematok tarif, melainkan Anda bisa memberikan tip seikhlasnya.

Umumnya, para warga Desa Penglipuran memiliki mata pencaharian sebagai petani, pedagang, maupun tour guide. Sepanjang jalan, Anda akan menemukan mereka menjual pakaian, cenderamata, hingga adanya restoran.

Tak hanya itu, Anda juga akan menemukan pedagang loloh cem-cem. Minuman tradisional ini bisa disebut juga sebagai jamu khas Penglipuran.

Minuman tersebut dapat berfungsi sebagai penjaga daya tahan tubuh. Selain itu, loloh cem-cem juga dipercaya dapat melancarkan pencernaan.

Harganya pun terbilang murah, yakni hanya Rp5 ribu per botol ukuran 600 ml. Nah, bagi Anda yang ingin membeli oleh-oleh dengan harga murah, loloh cem-cem merupakan pilihan tepat. Karena selain murah, loloh cem-cem sangat bermanfaat untuk kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini