Pemerintah Italia Larang Misa Natal Digelar Tengah Malam

Ersa Ambarita, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 406 2324568 pemerintah-italia-larang-misa-natal-digelar-tengah-malam-xMBrj3kXS5.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH Italia resmi mengeluarkan kebijakan pelarangan Misa Natal di tengah malam. Hal ini mengikuti dengan pembatasan perjalanan antardaerah dari 2 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021.

Tak hanya itu, aturan jam malam mulai pukul 22.00 hingga 05.00 juga akan diberlakukan. Restoran di beberapa daerah hanya akan diizinkan beroperasi sampai pukul 18.00. Selain itu, arena ski di negeri pizza itu juga akan ditutup hingga 7 Januari 2021 mendatang.

Langkah ini diambil sebagai pencegahan penyebaran virus corona yang diperkirakan dapat memasuki gelombang lanjutan jika warga Italia melakukan perkumpulan dan pertemuan di ruang terbuka.

Baca juga: Protokol CHSE Penting Dipatuhi demi Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Aman

Menteri Muda Kesehatan Italia, Sandra Zampa mengungkapkan, kegiatan Misa Natal harus diakhiri pada pukul 20.30, dan masyarakat bisa pulang sebelum pukul 22.00, sebelum aturan jam malam mulai berlaku.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat tidak boleh mengundang non-anggota keluarga untuk acara Misa Natal. Pernyataan itu disampaikan langsung Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte beberapa waktu lalu.

"Kita tidak boleh lengah. Kita harus menghilangkan risiko gelombang ketiga yang bisa tiba pada Januari, dan tidak kalah serius dari gelombang pertama dan kedua,” kata Conte, menyitir laman Times of India.

Pengecualian kebijakan ini hanya berlaku bagi perjalanan kerja, medis atau keadaan darurat. Pada hari Natal, Boxing Day, dan Tahun Baru masyarakat Italia tidak diizinkan meninggalkan kampung halamannya untuk merayakan hari besar tersebut.

Kendati demikian, aturan baru ini menuai pertentangan, termasuk dari beberapa tokoh negara. Mereka menilai bahwa langkah ini seharusnya didiskusikan terlebih dahulu dengan pemerintah setempat.

“Kurangnya diskusi telah membuat tidak mungkin untuk menyeimbangkan pembatasan dengan kebutuhan keluarga,” kritik seorang otoritas negara.

Ketetapan dan keputusan pembatasan ketat ini diumumkan pada Rabu 3 Desember lalu setelah Italia kembali mengumumkan kurva kenaikan pasien positif Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini