Peserta Bali Democracy Forum Bakal Diajak Berwisata ke Pura Uluwatu & GWK

Antara, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 406 2324928 peserta-bali-democracy-forum-bakal-diajak-berwisata-ke-pura-uluwatu-gwk-p9DrfX1OUG.JPG Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemlu RI, Teuku Faizasyah (Foto: Kemlu RI)

KEGIATAN Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 minggu ini yang bertempat di Nusa Dua, Bali, jadi kesempatan bagi Indonesia, khususnya pemerintah daerah, dan para pelaku wisata untuk menunjukkan kesiapan Pulau Dewata menyambut para wisatawan usai pandemi Covid-19.

"Kami (melalui penyelenggaraan BDF-red) ingin menunjukkan Bali secara berangsur-angsur membaik dan menunjukkan kesiapannya untuk membuka Bali kembali tentunya karena Bali banyak bergantung dari tourism (pariwisata-red)," kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah, Rabu kemarin.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, BDF, forum lintas negara dan lintas lembaga yang diselenggarakan rutin tiap tahun sejak 2008 oleh Indonesia, akan digelar selama satu hari penuh pada 10 Desember 2020.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, BDF, yang telah memasuki tahun ke-13, akan menggunakan format hybrid, yaitu melalui pertemuan fisik dan virtual.

Baca juga: Cari Duta Budaya & Pariwisata, Bekasi Gelar Pemilihan Abang-Mpok 2020

Sejauh ini, ada 25 kepala delegasi negara-negara peserta BDF yang telah memastikan kehadirannya di Bali. Dari jumlah itu, 24 di antaranya adalah para duta besar dan satu orang lainnya merupakan kepala perwakilan organisasi internasional yang berkedudukan di Jakarta.

Sementara itu, ada lebih dari 100 perwakilan dari negara-negara peserta BDF yang telah memastikan kehadirannya pada pertemuan virtual.

"Kedatangan para duta besar akan jadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapan Bali membuka sektor pariwisatanya, khususnya saat pintu-pintu di perbatasan kembali dibuka untuk wisatawan asing," tutur Faizasyah.

Langkah itu sejalan dengan misi pemerintah yang berupaya menghidupkan kembali berbagai sektor perekonomian, khususnya pariwisata, selama dan setelah pandemi.

Oleh karenanya jata dia, Indonesia sebagai tuan rumah BDF ke-13, berencana mengajak para duta besar untuk mengikuti tur ke beberapa lokasi wisata di Bali pada 11 Desember 2020.

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Yusron B Ambary pekan lalu mengatakan, panitia penyelenggara berencana menggelar tur khusus untuk para kepala delegasi ke Pura Uluwatu dan monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK).

"Kita sedang merencanakan kegiatan diplomatic tour, memanfaatkan keberadaan para duta besar di Bali tanggal 11 Desember. Kegiatannya, ada briefing dari Pemerintah Provinsi Bali, dari pelaku pariwisata, dan dari Kementerian Luar Negeri. Sementara sesi sorenya, para duta besar akan kita bagi dua. Rencananya, (peserta-red) akan mengunjungi (objek wisata) ini yang masih perencanaan, Pura Uluwatu dan Garuda Wisnu Kencana. Ini yang masih kita bahas dan akan kita sampaikan ke perwakilan diplomatik yang akan hadir di Bali nanti," kata Yusron.

Pura Luhur Uluwatu dan Garuda Wisnu Kencana merupakan bagian dari destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan di Bali.

Pura Luhur Uluwatu berlokasi di Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit dari lokasi acara, sementara Garuda Wisnu Kencana berada di Ungasan, Kabupaten Badung, dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dari lokasi acara.

Para peserta Bali Democracy Forum harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat, di antaranya penerapan aturan wajib pakai masker, jaga jarak, dan menjaga kebersihan pribadi.

Tak hanya itu, seluruh peserta juga diwajibkan mengikuti tes usap Covid-19 sebelum mengikuti acara.

"Kita membatasi kapasitas ruangan tidak melebihi 50 orang," ujar Faizasyah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini