5 Bulan Lockdown, Melbourne Buka Penerbangan Internasional

Alfina Nur Hayati, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 406 2324932 5-bulan-lockdown-melbourne-buka-penerbangan-internasional-ngKiRksYZb.jpg Ilustrasi. (Foto: Srilankan)

KOTA terpadat di Australia, Melbourne, kembali membuka penerbangan internasional setelah lima bulan terakhir ditutup. Srilankan Airlines dari Kolombo menjadi maskapai penerbangan pertama yang mendarat ke kota ini pada Senin 7 Desember 2020 lalu.

Nantinya, ada 8 penerbangan Srilankan Airlines dari Kolombo yang lepas landas di bandara terbesar di Australia ini. Pembukaan akses penerbangan internasional sekaligus menguji keadaan sistem karantina hotel di Melbourne.

Dilansir Reuters, Bandara Melbourne sebelumnya menutup seluruh akses internasional karena beberapa kali kebobolan menyaring masuknya Covid-19. Australia sendiri memblokir perbatasan untuk nonwarga negara sejak Maret 2020.

Baca Juga: Penumpang Ini Tampar Pramugari hingga Berakhir Viral, Jahat Banget!

Tiga bulan berikutnya, tepatnya Juni, bandara Melbourne berhenti menyambut kedatangan penumpang dari mana pun. Langkah ini sikap sigap sejak terjadi beberapa infeksi virus corona di hotel tempat karantina para pengunjung internasional.

Lebih dari 20.000 kasus Covid-19 tercatat di Victoria, setelah staf hotel tertular virusnya orang-orang yang kembali dari luar negeri. Wabah itu semakin meluas, bahkan banyak yang menuding para kontraktor swasta tidak mengikuti protokol kesehatan.

 

Pemerintah negara bagian kini menggandeng polisi menegakkan peraturan pembatasan sosial dengan standar yang lebih ketat. Dengan sistem baru ini, diperkirakan ratusan orang akan tiba di Victoria setiap minggunya.

Dalam mengantisipasi infeksi baru, Pemerintah memperbarui aturan karantina. Para warga Australia yang tiba dengan penerbangan Sri Lanka tidak lagi diizinkan meninggalkan kamar hingga proses karantina di hotel selesai.

Baca Juga: Viral, Curhat Pilu Mantan Pilot Korban PHK Jadi Pengemudi Online

Sistem ini serupa dengan model yang digunakan di ibu kota New South Wales (NSW), Sydney. Kota terbesar di Australia ini telah mengakomodasi ribuan orang yang kembali tanpa ada klaster. Kelonggaran peraturan pembatasan sosial ini dilandasi laporan NSW terkait nihilnya kasus baru Covid-19 pada bulan lalu.

Hingga saat ini, Australia telah melaporkan sekitar 28.000 kasus Covid-19 dan 908 kematian selama pandemi. Hanya 44 kasus aktif yang tersisa di negara itu, dengan sebagian besar dikarantina di hotel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini