Turki Lockdown, Turis Asing Masih Diizinkan Berwisata

Ersa Ambarita, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 406 2325575 turki-lockdown-turis-asing-masih-diizinkan-berwisata-96PbH7zt0Y.JPG Wisatawan asing sedang berfoto di Istana Topkapi, Turki (Foto: NYT)

KASUS positif virus corona atau Covid-19 yang melonjak tinggi membuat pemerintah Turki kembali mengeluarkan kebijakan penguncian (lockdown).

Jam malam diberlakukan bagi warga setempat mulai pukul 21.00 hingga 05.00. Warga yang melanggar aturan ini akan didenda sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Namun, aturan ini dikecualikan bagi wisatawan asing.

Para turis bisa mengunjungi tempat wisata yang masih dibuka, seperti datang ke Istana Topkapi dan Dolmabahce, naik feri yang melintasi Bosporus, dan berjalan-jalan di sekitaran tempat tinggal warga.

Baca juga: Kenapa Pramugari Harus Berpostur Tinggi? Awak Kabin Cantik Ini Ungkap Alasannya!

Selain itu, restoran di kota tua Sultanahmet juga dibuka untuk para turis, dan hanya tamu hotel yang bisa menikmati makanan. Seperti pantauan di Hotel Shangri-la, pada akhir pekan lalu wisatawan berkumpul di teras untuk berjemur, menikmati makanan laut yang segar, dan meminum anggur yang dingin.

“Anda bisa dikenai hukuman karena bepergian akhir-akhir ini dengan semua pembatasan yang selalu berubah, tetapi di sini kami memiliki akses eksklusif ke salah satu kota yang terindah dan memesona di dunia,” ujar Erin Lockhart, seorang musisi asal Inggris, mengutip laman The New York Times.

Istanbul memang menjadi tempat favorit yang ramai dikunjungi wisatawan. Para pelancong kebanyakan datang dari Amerika Serikat, Rusia, timur Tengah, hingga Eropa.

Wisatawan yang datang tidak diwajibkan untuk menunjukkan dokumen kesehatan atau karantina. Hanya ada pemeriksaan suhu di bandara. Seseorang yang memiliki gejala khusus akan dibawa ke ruang pengujian untuk melakukan tes PCR.

Meski demikian, beberapa warga memberikan respons berbeda atas keputusan pemerintah Turki. Mereka menganggap langkah itu hanya baik untuk ekonomi, namun akan merugikan keselamatan wisatawan yang juga menjadi prioritas utama.

“Saya senang turis mengunjungi negara saya, tetapi ketika rumah sakit penuh dan orang-orang sekarat, ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan,” ungkap Tulin Polat, salah seorang warga Turki.

Sebagian warga bahkan menyebut, jika di masa pandemi, mereka hampir tidak bisa membedakan adzan lima kali sehari dengan doa-doa pemakaman yang disiarkan setiap harinya.

Keduanya memberikan rasa getir dan kecamuk tersendiri karena harus kehilangan seseorang lagi akibat terpapar Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini