Surabaya Buka 13 Taman Hutan Raya Jelang Natal dan Tahun Baru 2021

Antara, Jurnalis · Minggu 13 Desember 2020 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 13 406 2326809 surabaya-buka-13-taman-hutan-raya-jelang-natal-dan-tahun-baru-2021-wOMhfzXxXs.jpg Keliling Taman Hutan Raya Balasklumprik, Surabaya (Antara)

SEKITAR 13 Taman Hutan Raya (Tahura) di Kota Surabaya, Jawa Timur, telah dibuka menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang mengatakan, pengunjung yang masuk ke Tahura itu harus selalu menerapkan protokol kesehatan karena saat ini masih masa pandemi COVID-19.

Baca juga:  Promosi Wisata Harus Dibarengi Praktik Prokes Pencegahan Covid-19

"Seperti yang disampaikan Bu Wali Kota, Tahura ini bisa menjadi alternatif wisata saat libur Natal dan tahun baru," kata Herlambang di Surabaya, Minggu (13/12/2020).

Adapun hutan kota di Surabaya di antaranya Hutan Pakal, Hutan Mangrove Wonorejo, Hutan Warugunung, Hutan Kota Balas Klumprik, Hutan Lempung Perdana, Hutan Mangrove Gunung Anyar dan Hutan Bambu Keputih.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya meminta warga Surabaya memanfaatkan hutan kota untuk bermain dan belajar dari pada keluar kota selama libur Nataru 2021.

 

"Saya harap warga jangan liburan ke luar kota atau keluar negeri dulu selama pandemi, khusus tahun ini aja. Ini demi kebaikan bersama," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan membuka hutan kota untuk warga Surabaya berlibur. Meskipun mungkin tidak seperti yang dibayangkan liburan pada umumnya, akan tetapi minimal dapat mengisi waktu dan kegiatan selama liburan.

Baca juga:  5 Oleh-Oleh Khas Garut, Ada Dodol hingga Opak yang Gurih

Wali Kota Risma juga telah meresmikan Taman Hutan Raya Balasklumprik di kompleks kantor Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Jumat 11 Desember.

Risma menjelaskan Tahura Balasklumprik itu luasnya sekitar 4 hektare dan penanamannya sudah dimulai sekitar Desember 2010.

Kini, tanaman itu sudah tumbuh besar dan kawasan itu sudah berubah menjadi hutan, berbagai infrastruktur penunjang sudah jadi, sehingga ia berharap Tahura tersebut bisa menjadi tempat wisata sekaligus bisa meningkatkan pendapatan warga sekitar.

"Jadi, gerakan kita mengarah ke lingkungan karena kita mendapatkan oksigen dari tempat ini, sehingga nanti ini akan menjadi tempat wisata, dan sekaligus juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar," kata Risma.

Adapun keunikan di Tahura Balasklumprik itu adalah spot sepeda air di bozem, ada area kemping untuk Pramuka, ada ternak bebek, dan juga kawasannya sudah berbentuk hutan tanaman dengan sekitar 200 jenis, mulai dari tanaman pelindung, buah-buahan hingga tanaman pangan.

Kawasan tersebut, kata dia, juga dilengkapi Sentra Wisata Kuliner, sehingga tidak perlu keluar Tahura untuk mencari makan dan minum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini