Kawasan Wisata Gili Trawangan Dikepung Ratusan Kolektor Keris, Ada Apa?

Antara, Jurnalis · Senin 14 Desember 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 406 2327053 kawasan-wisata-gili-trawangan-dikepung-ratusan-kolektor-keris-ada-apa-nUSJuCFFcw.JPG Para kolektor keris dari berbagai provinsi berkumpul di kawasan wisata Gili Trawangan, Lombok, Minggu (13/12) (Foto: Antara)

RATUSAN kolektor keris dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul di kawasan wisata Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mereka berpartisipasi dalam kegiatan 'Pekenan Dayan Gunung' yang digelar Gili Hotels Assosiation (GHA) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, di Gili Trawangan, akhir pekan lalu.

Ketua GHA, Lalu Kusnawan mengungkapkan, 'Pekenan Dayan Gunung' yang digelar selama dua hari 12-13 Desember 2020 bertujuan membangkitkan budaya sebagai ikon pariwisata, salah satunya adalah pusaka keris.

"Keris merupakan pusaka yang sangat bernilai dari segi historis, sakralitas bahkan bernilai mistis. Dari segi ekonomi, geliat keris dinilai tidak terpengaruh pandemi Covid-19, sehingga nilai transaksi dari keris pun tidak turun," ujar Kusnawan.

Menurut dia, pihaknya menargetkan sebanyak 1.500 peserta dari berbagai provinsi yang menghadiri kegiatan ini di Gili Trawangan. Namun diperkirakan ada sekitar 700 hingga 800 orang yang datang.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Dilakukan agar Liburan di Lombok Jadi Berkesan

"Para pecinta keris yang datang hari ini berasal dari berbagai penjuru Nusantara, seperti Sumatra, Madura, Bali dan Sumbawa," imbuhnya.

Ketua Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) NTB, Fahri Habibi mengapresiasi kegiatan 'Pekenan Dayan Gunung' yang diinisiasi GHA serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan tersebut, menurut Fahri, merupakan wadah penyalur temu antara pecinta keris, kolektor, dan pengrajin serta memperkenalkan keris lebih dekat dengan masyarakat modern.

"Saya bersyukur dengan adanya kegiatan semacam ini di kawasan wisata Gili Trawangan. Tentu ini wadah kami bertemu sesama pegiat perkerisan dan juga dapat mendekatkan keris sebagai pusaka leluhur yang kini sedikit dilupakan masyarakat modern," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Lombok dapat dikatakan sebagai etalase keris nasional. Sebab, hampir semua jenis keris di Indonesia, ada di Lombok.

Oleh karenanya, menurut dia, sangat tepat pameran keris digelar lewat kegiatan ini sekaligus menggeliatkan dunia pariwisata di Gili Trawangan yang masih terdampak Covid-19.

"Hampir semua jenis keris di Indonesia, ada di Lombok. Saya rasa tepat kegiatan tersebut digelar di sini (Gili Trawangan-red)," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Disbudpar Kabupaten Lombok Utara, Setiadi berujar bahwa kegiatan 'Pekenan Dayan Gunung' bernilai positif untuk kebangkitan ekonomi masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Sebab, pameran tersebut melibatkan berbagai pelaku usaha mikro kecil dan menengaj (UMKM), mulai dari pengrajin tenun Bayan, pengrajin seni kriya dan kuliner.

"Ini untuk mengabarkan kepada dunia bahwa sesungguhnya pariwisata Lombok Utara, khususnya di tiga gili sudah siap dikunjungi meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19," ucap Setiadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini