50 Peserta Bimbingan Teknis Wisata di Jepara Jalani Rapid Test

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 406 2327747 50-peserta-bimbingan-teknis-wisata-di-jepara-jalani-rapid-test-mZiMYcWpWI.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

KEGIATAN bimbingan teknis terhadap pengelola objek wisata dalam rangka menerapkan protokol kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mewajibkan semua pesertanya mengikuti tes cepat (rapid test) Covid-19 demi menghindari terjadinya penularan virus corona.

Para peserta bimbingan teknis sebelum mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di aula Sekuro Villa Beach Resort Jepara kemarin diwajibkan menjalani tes cepat (rapid test).

"Tes cepat terhadap 50 peserta yang diundang untuk mengikuti bimbingan teknis sebagai langkah awal sebelum mereka nantinya menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability/CHSE) di masing-masing objek wisata yang mereka kelola," ungkap Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani.

Baca juga: UN WTO Puji Pelaksanaan Protokol CHSE di Bali, Liburan Jadi Makin Aman

Hal itu disampaikannya saat membuka bimbingan teknis pengembangan wisata minat khusus melalui media dan penerapan CHSE di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jepara.

Ia mengakui keakuratan dari tes cepat Covid-19 tersebut memang belum optimal, namun tindakan tersebut bisa mencegah ketika ada peserta yang dimungkinkan imun tubuhnya sedang bekerja melawan penyakit.

Meski belum diketahui jenis penyakitnya, kata dia, peserta yang dinyatakan reaktif disarankan untuk bersitirahat untuk pemulihan kesehatan.

Informasi tersebut juga akan diteruskan kepada pemerintah daerah setempat untuk ditindaklanjuti.

Dirinya berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tidak terjadi penularan Covid-19 karena berlangsung selama dua hari.

Sementara, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti yang hadir pada acara pembukaan menganggap tes cepat Covid-19 merupakan langkah tepat dalam rangka mengajak semua pelaku wisata membiasakan diri menerapkan protokol CHSE.

"Jika sehat, tentunya boleh ikut kegiatan. Sebaliknya jika hasilnya reaktif tentu tidak boleh dan harus mengikuti tahapan pemeriksaan lanjutan guna memastikan benar-benar sehat," kata Agustina.

Sedangkan Abdul Lafiq, salah satu peserta seminar mengakui setuju dengan kebijakan panitia yang mewajibkan semua pesertannya mengikuti tes cepat Covid-19.

"Selain masing-masing peserta mengetahui kondisi kesehatan dirinya, yang hadir juga tenang karena semua peserta dipastikan bebas Covid-19," ujarnya.

Terlebih kata dia, masing-masing peserta juga dipastikan tidak mengetahui riwayat kesehatannya peserta lainnya. Sedangkan saat ini masih masa pandemi Covid-19 sehingga setiap ada kegiatan memang perlu memastikan pesertanya bebas Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini