Share

Ini Keuntungan Objek Wisata Bersertifikat CHSE

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 406 2327983 ini-keuntungan-bagi-objek-wisata-yang-kantongi-sertifikat-chse-DFh2VuHqU0.JPG Kegiatan sosialisasi CHSE terhadap pelaku wisata di Jepara, Jawa Tengah (Foto: Antara)

SETIAP objek wisata yang mampu memenuhi standar penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ramah lingkungan atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) akan mendapatkan sertifikat protokol CHSE.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rizki Handayani.

"Selain itu, objek wisata yang sudah mampu menerapkan protokol CHSE juga akan dikerjasamakan dengan pelaku bisnis perdagangan secara elektronik (e-commerce) yang menjual jasa perjalanan wisata," kata dia.

Ia menjelaskan, objek wisata yang sudah mengantongi sertifikat protokol CHSE juga akan mendapat prioritas rekomendasi dan promosi.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru Dilarang, Berwisata ke Bandung Wajib Sertakan Bukti Rapid Antigen

Untuk itu, para pelaku wisata maupun pemerintah serta masyarakatnya harus bersama-sama memahami dan menerapkan protokol CHSE karena akan mendapatkan sejumlah keuntungan.

Menurutnya, program sertifikasi protokol CHSE terhadap objek wisata sudah dimulai saat ini dan sejumlah penyedia jasa penginapan dan restoran juga sudah ada yang mendapatkan sertifikat tersebut.

Kemenparekraf menggandeng PT Sucofindo sebagai lembaga sertifikasi. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, objek wisata tersebut akan mendapatkan stiker barcode dan akan masuk data base Kemenparekraf.

Untuk itulah, dia mengajak, pemerintah daerah untuk ikut mengawasi penerapan protokol CHSE di masing-masing objek wisata, restoran maupun perhotelan. Semua destinasi wisata harus disiapkan karena dengan adanya Covid-19, banyak orang yang takut berwisata, sehingga perlu diberikan edukasi mulai dari masyarakat, pengelola pariwisata hingga pemerintah.

"Jika tidak mau merubah perilaku, jangankan dapat wisatawan nasional, wisatawan mancanegara pun sulit karena tidak ada jaminan keselamatan dari paparan virus corona maupun jaminan lainnya. Untuk itu, Kemenperakraf menggelar bimbingan teknis pengembangan wisata minat khusus melalui media dan penerapan CHSE di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jepara," papar Rizki.

Sementara, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti berujar bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya hanya bisa mendorong pihak pemerintah agar memperluas bimbingan protokol CHSE dalam rangka mengaktifkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19.

"Jika bisa, pelaksanaan bimbingannya merata di semua wilayah yang memiliki potensi wisata sehingga nantinya bisa menarik minat wisatawan berkunjung karena mendapat kesehatan, kebersihan dan keamanan lingkungan," kata Agustina.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi mengakui bahwa pemerintah sudah sejak masa tatanan kehidupan baru mengajak para pelaku wisata maupun masyarakat membiasakan diri dengan protokol kesehatan.

Hal itu, kata dia, sangat penting agar pemulihan kesehatan juga diimbangi dengan pemulihan ekonomi, terutama sektor pariwisata yang sebelumnya sangat terpukul dengan pandemi Covid-19.

"Objek Wisata Karimunjawa juga sempat ditutup dan baru dibuka kembali pada 16 Oktober 2020 setelah semuanya siap dengan protokol kesehatan," ucap Dian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini