Rumah Karantina Solo Technopark untuk Pemudik Mulai Beroperasi 19 Desember

Rabu 16 Desember 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 406 2328470 rumah-karantina-solo-technopark-untuk-pemudik-mulai-beroperasi-19-desember-4oyUaXTltE.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBELUMNYA Benteng Vastenburg dijadikan lokasi karantina Covid-19 bagi pemudik ke Solo pada libur Natal dan Tahun Baru. Namun rencana itu dipindahkan ke Solo Technopark (STP), yang mulai difungsikan pada 19 Desember 2020.

Rencana pemindahan itu terungkap saat Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meninjau persiapan sarana prasarana karantina Covid-19 di STP, Selasa 8 Desember 2020 lalu. Sebanyak 60 bed sudah disiapkan di lokasi tersebut.

Baca Juga: Viral Negeri Atas Awan di Kalsel, Internet Friendly Loh

Rudy, panggilan akrabnya, mengatakan STP akan menjadi rumah karantina bagi pemudik yang nekat pulang ke Solo pada libur panjang akhir tahun. Hal itu karena Benteng Vastenburg tak bisa digunakan.

 solo

Atap gapura masuk bangunan cagar budaya Benteng Vastenburg hampir lepas sehingga butuh perbaikan jika akan dipakai untuk karantina pemudik Solo.

“Jadi harus diperbaiki dulu. Memperbaiki bangunan cagar budaya kan tidak bisa cepat. Alternatif kedua STP. Makanya, Selasa ini mulai kami siapkan," ungkapnya, dilansir Okezone dari Solopos.

Rudy mengatakan Benteng Vastenburg justru akan menjadi tempat karantina bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Warga yang terjaring dalam operasi karena tidak memakai masker, memakai masker tidak benar, dan berkerumun akan menjalani karantina sehari di lokasi itu.

Para pelanggar protokoitu juga akan mendapat sanksi membersihkan sungai dan parit di area tersebut.

Baca Juga:  4 Destinasi Wisata Menyepi dari Kerumunan untuk Liburan Masa COVID-19

"Tenda tetap kami pasang di sana. Fungsi tenda untuk berteduh pada saat istirahat makan. Itu yang disiapkan untuk karantina sehari bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan,” imbuhnya.

Meski pemudik tidak jadi menjalani karantina di Benteng Vastenburg, Rudy mengimbau warga Solo di perantauan tidak pulang dulu ke Solo hingga virus persebaran Covid-19 terkendali.

Rudy memastikan hasil uji cepat atau swab yang dibawa pemudik tidak akan berlaku. Mereka tetap harus melaksanakan karantina di STP. "Tidak akan berlaku. Kan tidak tahu di jalan bisa saja kena virus," terangnya.

Alur pemudik hingga sampai ke STP sama seperti Lebaran tahun lalu. Pemkot berkoordinasi dengan manajemen terminal, stasiun dan bandara.

Baca Juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Menparekraf: Pelaku Wisata Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Menurutnya, seluruh ruangan di STP sudah dibersihkan. Pemudik akan mendapatkan satu tempat tidur di ruangan yang telah disiapkan perangkat tempat tidur. Jumlah tempat tidur di tiap ruangan berbeda.

Kapasitas STP bisa mencapai 60-an orang. Jika kurang, ruangan lain bisa disiapkan. “Yen gak gelem dikarantina, yo ra sah mulih dhisik (kalau enggak mau dikarantina, ya jangan pulang dulu). Jadi dibedakan ya, di sini (Solo Technopark) khusus untuk karantina pemudik. Sedangkan isolasi, langsung dikirim ke Asrama Haji Donohudan," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini