Bandara dan Stasiun Kereta Solo Siap Antar Pemudik ke Rumah Karantina

Rabu 16 Desember 2020 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 406 2328490 bandara-dan-stasiun-kereta-solo-siap-antar-pemudik-ke-rumah-karantina-0c2qNrenLg.jpg Ilustrasi Bandara Solo. (Foto: Okezone)

RUMAH karantina untuk pemudik di Solo Technopark tengah dipersiapkan. Untuk mendukung kelancaran karantina Covid-19 bagi pemudik, manajemen bandara dan stasiun juga sudah berancang-ancang menyiapkan titik penjemputan.

Manajemen Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendukung kebijakan Pemkot Solo yang berencana mengarantina para pemudik tujuan Solo di Solo Technopark.

Salah satunya dengan menyiapkan tempat bagi tim penjemput pemudik baik dari bandara maupun stasiun. Namun demikian, untuk penerapannya mereka masih menunggu Pemkot Solo yang masih menggodok regulasi terkait karantina itu.

General Manager Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, mengaku telah diajak rapat oleh Pemkot Solo membahas antisipasi Nataru. Salah satunya membicarakan mengenai rencana penjemputan bagi pemudik tujuan Solo melalui bandara yang akan menjalani karantina.

“Dari rapat tersebut rencananya pemudik didata terlebih dahulu. Tim bakal menjemput menggunakan kendaraan penjemput menuju titik karantina. Mekanismenya kurang lebih seperti Lebaran dulu,” katanya kepada wartawan, dilansir Okezone dari Solopos.

Yani mengatakan akan memantau perkembangan kondisi lapangan. Dalam hal ini, kebijakan Pemkot Solo menyangkut karantina pemudik saat libur Nataru. Ia menggarisbawahi aturan ini hanya berlaku bagi pemudik tujuan Solo, sementara penumpang dengan tujuan lain bisa melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Rumah Karantina Solo Technopark untuk Pemudik Mulai Beroperasi 19 Desember

stasiun

(Foto: Ilustrasi Stasiun Kereta Solo/ Instagram @joko_siswanto)

Pada sisi lain, manajemen Bandara Adi Soemarmo tinggal menyediakan titik penjemputan pemudik yang akan menjalani karantina. Bisa jadi, lokasinya sama dengan Posko Nataru Bandara Adi Soemarmo yang bakal buka pada 18 Desember 2020-Januari 2021.

“Kami menyesuaikan saja jika memang nanti sudah ada SE kapan pelaksanaannya. Prinsipnya kami siap, tapi pada perkembangannya bisa berubah. Kalau memang ada penjemputan pemudik ya jangan sampai ada kerumunan,” paparnya.

Manajemen mencatat enam maskapai yang sudah terbang dari dan ke Bandara Adi Soemarmo, yakni Lion Air, Batik Air, Citilink, Nam Air, Air Asia, dan Garuda Indonesia. Sementara rutenya yakni Solo-Soekarno Hatta PP, Solo-Halim Perdana Kusuma PP, Solo-Pontianak PP, Solo-Pangkal Pinang PP, dan Solo-Denpasar PP.

 

Sementara itu, Manajer PT KAI Daops VI Yogyakarta, Supriyanto, mengungkapkan hal serupa. KAI telah diajak rembukan Pemkot Solo mengenai antisipasi kedatangan dan penjemputan pemudik khususnya tujuan Solo yang akan menjalani karantina.

“Dari hasil rapat tersebut, Pemkot Solo akan membuka posko pemantauan pada tiga stasiun, yakni Solo Jebres, Solo Balapan, dan Purwosari. Nantinya, tim memantau penumpang yang turun pada tiga stasiun tersebut. Bagi penumpang tujuan Solo rencananya masuk karantina. Sedangkan yang lain bisa melanjutkan perjalanan, tapi juga akan didata dulu,” paparnya.

Supriyanto menyebut KAI hanya menyediakan tempat, sementara tim pemantau pemudik dari Pemkot. Sedangkan operasionalnya kemungkinan sesuai jadwal kedatangan KA khususnya jarak jauh.

Baca Juga: Kebijakan Karantina Pemudik di Solo Bikin Tamu Hotel Kabur

Menurutnya, rencana kebijakan karantina ini bisa jadi memengaruhi antusiasme pemudik yang bakal pulang kampung melalui tiga stasiun Kota Solo. Namun demikian, ia memprediksi dampaknya tidak terlalu signifikan mengingat pemudik yang pulang tidak hanya menuju Solo, tapi bisa ke daerah lain.

Sejumlah KA jarak jauh dengan tujuan Kota Solo, relasi Jakarta-Solo, yakni KA Argo Lawu, KA Argo Dwipangga, KA Bima, Gajayana. Kemudian KA Mataram, KA Anjasmoro, KA Jayakarta, KA Singasari, KA Bengawan, KA Gaya Baru Malam Selatan.

Terakhir KA Matarmaja, KA Brantas, dan KA Majapahit. Sedangkan relasinya untuk Bandung-Solo ada KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Malabar, KA Mutiara Selatan, dan KA Kahuripan.

“Prinsipnya kami mendukung kebijakan baik pemerintah pusat maupun daerah demi mencegah persebaran Covid-19. Tentunya, kami ingin wabah ini berlalu dan semua normal kembali,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini