Kulon Progo Kembangkan Konsep Smart City sebagai Modal Promosi Objek Wisata

Antara, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 406 2329114 kulon-progo-kembangkan-konsep-smart-city-sebagai-modal-promosi-objek-wisata-7fZ81Sqj6e.JPG Waduk Sarmo, objek wisata di Kulon Progo, DIY (Foto: Instagram/@no.va.an)

DINAS Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membantu mempromosikan potensi objek wisata berbasis masyarakat seperti yang dilaksanakan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Sebab, sektor pariwisata dianggap mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan menyumbang pendapatan asli daerah.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo, Bambang Susilo mengatakan, Diskominfo melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Pacitan untuk belajar mengelola objek wisata berbasis masyarakat.

"Di Pacitan, Disparpora mengelola 19 destinasi wisata, 10 destinasi di antaranya dikelola oleh masyarakat dan mampu menyedot banyak wisatawan serta menggerakkan ekonomi masyarakat. Kabupaten Kulon Progo memiliki lebih dari 20 destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat. Kami optimistis mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Bambang.

Baca juga: 4 Objek Wisata Alam di Kulon Progo, Canting Mas hingga Pulepayung

Ia mengatakan Diskominfo Kulon Progo akan mendampingi pengelola objek wisata berbasis masyarakat, khususnya dalam promosi. Kulonprogo menjadi kabupaten yang strategis menjadi sasaran utama kunjungan wisatawan dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta.

"Kami belajar bahwa promosi juga kunci utama dalam percepatan pengembangan objek wisata. Diskominfo yang sedang mengembangkan smart city akan menjadi modal mendukung promosi objek wisata," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pacitan, T. Andi Faliandra mengatakan, pariwisata di Pacitan bangkit pada saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada awalnya, SBY memperkenalkan Pantai Klayar dengan Seruling Samudranya. Hal ini kemudian menjadi titik balik beralihnya sumber pendapatan dari sektor pertanian lahan kering menjadi sektor pariwisata.

Saat ini, di Pacitan sudah ada 19 objek wisata yang sudah bisa menerima wisatawan. Dari jumlah ini, sembilan lokasi dikelola oleh pemkab dan sisanya dikelola pemerintah desa dan swasta.

"Kami memang mendorong destinasi wisata di Pacitan berbasis masyarakat. Hal ini sangat bisa membantu pertumbuhan ekonomi desa," kata Andi.

Menurutnya, secara keseluruhan sektor pariwisata sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Sekarang ini sektor wisata menjadi penyumbang PAD nomor dua setelah rumah sakit dan yang pertama dari sisi pemanfaatan.

Pada tri wulan pertama 2020 ini, PAD wisata mampu mencapai angka 32 persen dari target 25 persen dari total target pendapatan Rp16,5 miliar.

Baru pada akhir Maret terjadi pandemi Covid-19 yang berdampak pada seluruh sektor kehidupan. Banyak yang harus tutup, demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Hampir tujuh bulan kami menutup obyek wisata. Kami baru mulai melakukan simulasi pembukaan pada 28 September 2020. Sebelumnya, objek wisata dan pendukungnya harus melalui tahapan pra simulasi. Pada tahapan ini, pengelola objek wisata dan pendukungnya seperti restoran dan hotel harus memeroleh protokol kesehatan berdasarkan standar dari Kementerian Kesehatan dan juga Kemenparekraf," ujar Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini