Wisatawan Bebas Berlibur, Yogyakarta Tak Latah Tunjukkan Hasil Swab H-2 seperti Bali

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 406 2329216 wisatawan-bebas-berlibur-yogyakarta-tak-latah-tunjukkan-hasil-swab-h-2-seperti-bali-UFLwXmX3Qb.jpg Wisatawan terapkan prokes di Jalan Malioboro. (Foto: Okezone/Heru)

SAAT ingin berkunjung ke Kota Gudeg saat libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tidak latah mewajibkan wisatawan harus menunjukkan hasil swab test negatif H-2, seperti halnya Bali. Anda pun bisa berkunjung ke Yogyakarta dengan aturan seperti sebelum-sebelumnya.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, wisatawan tak perlu khawatir ada aturan baru, seperti yang ditetapkan oleh pemerintah Bali. Ya, Anda harus membawa surat rapid test atau swab test negatif Covid-19 yang berlaku 7-14 hari dan memastikan kondisi sehat.

“Wisatawan harus mampu memastikan kondisi kesehatannya saat berkunjung ke Yogyakarta. Caranya, tentu saja membawa hasil rapid test atau uji swab,” katanya.

Baca Juga: Sejam Nunggu Stempel Swab Test, Hotman Paris Semprot Pimpinan Bandara Soetta

yia

“Misalnya untuk uji PCR berlaku 14 hari dan rapid test 7 hari. Jangan membawa hasil pemeriksaan yang sudah kedaluwarsa,” lanjutnya.

Haryadi menambahkan, wisatawan pun bisa menyimpan hasil rapid test atau uji swab tersebut secara digital atau dalam bentuk foto yang disimpan di smartphone. Surat tersebut cukp ditunjukkan ke petugas di bandara, stasiun, hotel serta di hampir semua objek wisata di Yogyakarta.

“Cukup ditunjukkan ke petugas dan memastikan bahwa data yang ditunjukkan tersebut benar,” katanya.

Lebih aman, kata Haryadi surat rapid test atau swab test negatif itu bisa dibawa kemana-mana. Sebab, tak menutup kemungkinan Satgas Covid-19 setempat akan mengecek identitas kesehatan wisatawan.

“Kami akan melakukan semacam sampling, misalnya saat ada kerumunan. Jangan kaget kalau nanti ada petugas yang datang dan menanyakan berasal dari daerah mana serta meminta menunjukkan identitas kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga: Kulon Progo Kembangkan Konsep Smart City sebagai Modal Promosi Objek Wisata

Upaya ini, imbuh Haryadi, dilakukan untuk memberikan perlindungan ke warga Kota Yogyakarta yang menerima kedatangan wisatawan.

"Dan memberikan perlindungan ke wisatawan supaya tidak tertular virus,” katanya, dilansir dari Antara.

Selain identitas kesehatan, Haryadi menegaskan pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan 4M secara disiplin. “Kegiatan yang menimbulkan kerumunan tentu tidak akan diizinkan. Peringatan malam Tahun Baru tidak perlu dilakukan dengan pesta-pesta yang menimbulkan kerumunan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini