Kasus Covid-19 Melonjak, Jepang Batalkan Perjalanan Bersubsidi hingga 2021

Ersa Ambarita, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 406 2329911 kasus-covid-19-melonjak-jepang-batalkan-perjalanan-bersubsidi-hingga-2021-16XaPobKV3.JPG PM Jepang, Yoshihide Suga (Foto: Reuters)

PERDANA Menteri Jepang, Yoshihide Suga belum lama ini kembali mengumumkan perihal kelanjutan program 'Go to Travel' atau subsidy travelling yang harus dibatalkan.

Perubahan kebijakan ini dikeluarkan sejak lonjakan kasus Covid-19 di negara Jepang terus meningkat dari bulan Oktober.

"Semua langkah perlu diambil untuk melindungi nyawa dan menghentikan penyebaran virus lebih jauh," kata Suga dalam keterangan resminya, melansir laman The Japan times.

Sebelumnya gerakan 'Go to Travel' menjadi langkah pemulihan pariwisata dan ekonomi Negeri Samurai yang digaungkan sejak Juli lalu ke berbagai negara.

Baca juga: Aturan Liburan ke Bali Dilonggarkan, Swab PCR Berlaku Maksimal H-7 Keberangkatan

“Akhir tahun dan awal tahun baru akan menjadi periode yang memungkinkan untuk memusatkan upaya untuk mengurangi jumlah pasien baru yang melebihi 3.000 hari ini. Oleh karena itu, saya telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara 'Go To Travel' secara nasional,” lanjut Suga.

Suga juga menambahkan bahwa wilayah Tokyo, Osaka, Nagoya, dan Sapporo akan dihapus sebagai tujuan destinasi di 'Go to Travel' hingga 27 Desember 2020. Selain itu, perjalanan wisatawan bersubsidi yang dijadwalkan sebelumnya, dibatalkan hingga 11 Januari 2021 mendatang.

Program yang dihentikan sang perdana menteri tersebut menuai pro dan kontra dari pemerintahan setempat. Sejumlah kalangan menilai, kebijakan pembatasan di berbagai sektor tidak berjalan efektif.

Menurut kabinet, pengetatan sudah seharusnya dilakukan sejak awal. Sementara di sisi lain, Gubernur Tokyo, Yuriko Koike menganggap jika momentum pemberitahuan yang diambil perdana menteri sudah tepat dan akan didukung penuh.

"Tokyo mendukung pemerintah pusat dalam mengambil langkah-langkah yang tegas dan komprehensif untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Sistem perawatan kesehatan ibu kota mulai kewalahan dan melindungi rumah sakit adalah prioritas utama kami," kata Yuriko.

Dirinya pun mendesak masyarakat menghindari perjalanan yang tidak penting baik dari dalam maupun luar kota selama musim liburan di akhir tahun nanti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini