Sepi Turis Asing, Danau Kelimutu Jadi Primadona Wisatawan Domestik Selama Covid-19

Antara, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 408 2330128 sepi-turis-asing-danau-kelimutu-jadi-primadona-wisatawan-domestik-selama-covid-19-MYT1OD5XNx.jpg Danau Kelimutu di Ende, Flores, NTT (Antara/Kornelis)

BALAI Taman Nasional Kelimutu mencatat selama Juni hingga pertengahan Desember 2020 belum ada satupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kawasan wisata alam di Danau Kelimutu. Wisata alam di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur ini hanya dikunjungi wisatawan domestik.

"Sejak dibuka kembali per Juni hingga saat ini belum pernah ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Danau Kelimutu. Kebanyakan adalah wisatawan domestik saja," kata Koordinator Resort Kawasan Wisata Taman Nasional Kelimutu Albert Tamonob, Jumat (18/12/2020).

Baca juga:  Yuk Liburan ke Sabang Akhir Tahun, Tak Perlu Rapid Test atau Swab

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan dampak dari COVID-19 terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke danau tiga warna Kelimutu yang juga biasa disebut dengan telaga tiga warna.

Albert mengakui bahwa memang semenjak COVID-19 itu jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata itu turun drastis. Apalagi memang kawasan wisata itu sempat ditutup beberapa bulan.

Namun ujar dia sejak Juni lalu pihaknya kembali membuka kawasan wisata itu, tetapi menerapkan pembatasan masuk bagi wisatawan yang berkunjung per harinya.

"Kuota per harinya hanya mencapai 390-an saja untuk yang masuk ke sini. Dan wisatawan yang datang harus terlebih dahulu mendaftar melalu aplikasi pesan WhatsApp, baru kemudian didata," ujar dia.

Baca juga: Ini Batasan Jam Operasional Tempat Wisata di Jakarta Selama Libur Nataru 2021

Proses pembayaran tiket masuknya juga ujar dia baru bisa dilakukan setelah pemesannya tiba di pintu masuk Taman Nasional Kelimutu. Tetapi ia akui bahwa yang berwisata ke kawasan itu memang selama ini hanya wisatawan domestik saja.

"Baik itu dari luar NTT seperti pulau Jawa dan sekitarnya, atau juga di wilayah NTT sendiri seperti dari Kupang, dan wilayah lainnya di NTT ini," tambah dia.

Namun terkadang jumlah yang sudah ditetapkan per hari melebihi target dan bahkan mencapai 400-an wisatawan. Terpaksa Alberth mengaku pihaknya menolak untuk menerima pendaftaran wisatawan yang ingin berwisata ke kawasan itu.

Sehingga satu-satunya cara adalah mengusulkan agar yang tidak masuk dalam kuota diharapkan bisa mendaftarnya di hari berikutnya. Hal ini dilakukan ujar dia semata-mata untuk mencegah penumpukan wisatawan di kawasan itu.

Penerapan protokol juga tambah dia sudah dilakukan sejak dari pintu masuk. Untuk di Lopo hanya boleh ada 25 wisatawan, demikian juga di shelter sementara di lopo besar jumlahnya bisa mencapai 30. Tetapi kalau di puncak gunung jumlahnya boleh mencapai 100 orang.

"Jika lebih dari itu akan ada petugas yang mengawasi dan menegur," tambah dia.

Albert pun berharap agar pandemi ini segera berakhir, sehingga jumlah kunjungan wisatawan juga semakin banyak dan tidak ada lagi pembatasan wisatawan yang berdatangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini