Bukan Hanya Wisatawan, Sopir Juga Wajib Rapid Antigen saat Masuk Bali

Nyoman Sudika, Jurnalis · Sabtu 19 Desember 2020 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 19 406 2330734 bukan-hanya-wisatawan-sopir-juga-wajib-rapid-antigen-saat-masuk-bali-GCcGanLQtS.jpeg Uji swab (Media Persija)

ATURAN wajib rapid test antigen berlaku bagi setiap warga yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021. Bukan hanya wisatawan, awak angkutan atau sopir juga harus menyertakan hasil rapid antigen negatif Covid-19.

Kewajiban rapid antigen ini sangat memberatkan para sopir. Biaya yang dikeluarkan mereka tidak sebanding dengan gaji yang didapatkan dalam sekali perjalanan.

Baca juga: Dear Traveler, Ini Daftar Harga Rapid Antigen di Sejumlah Bandara

Keberatan para sopir disikapi Satgas Covid-19 dengan mendirikan posko layanan rapid test antigen gratis. Pelayanan ini dikhususkan bagi sopir logistik yang membawa barang dari Jawa ke Bali. Sedangkan bagi warga lainnya, biaya rapid test tidak ditanggung pemerintah.

Penerapan wajib rapid test antigen berlaku mulai, Sabtu (19/12/2020), bagi semua warga yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, termasuk juga para sopir kendaraan barang, terutama logistik.

 

Hari pertama penerapan wajib rapid test antigen di Gilimanuk, Satgas Covid-19 Bali dan Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana mendirikan posko pelayanan rapid test antigen gratis bagi para sopir logistik.

Posko rapid test antigen gratis berlokasi di halaman parkir teluk gilimanuk. Sejumlah tenda didirikan mulai dari pendaftaran para sopir. Posko pendaftaran dijaga petugas perhubungan Bali dibantu TNI.

Baca juga:  6 Golongan Ini Tak Wajib Tes Swab saat Terbang ke Bali

Usai mendaftar, para sopir diarahkan untuk melakukan rapid test antigen. Pengambilan rapid tes antigen dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan Jembrana. Terdapat empat meja pelayanan rapid test antigen guna melayani pelaksanaan tes cepat bagi para sopir.

Bagi sopir hasil rapid test antigen non reaktif atau negatif akan diizinkan melanjutkan perjalanan. Namun bagi yang reaktif akan posotif dikembalikan ke daerah asal.

Jika tidak ada sopir pengganti, sopir yang reaktif akan diizinkan melanjutkan perjalanan dengan pengawalan aparat kepolisian. Dengan catatan, sopir tersebut besedia dilakukan pemeriksaan lanjutan di Satgas Covid-19 Bali.

Penerapan rapid test antigen bagi para sopir tentu sangat memberatkan jika mereka diwajibkan membayar. Sekali rapid test antigen dikenakan biaya Rp250 ribu.

Para sopir mengaku jika itu diberlakukan, biayanya tidak sesuai dengan ongkos atau upah yang diterima dalam sekali pengiriman.

Sopir mengaku berterima kasih ke Satgas Covid-19 masih memberikan kelonggaran dengan menyediakan layanan rapid test gratis.

Penerapan rapid test berbasis antigen oleh pemerintah di Bali dalam rangka mengantisipasi timbulnya klaster baru Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru 2021. Rapid antigen diwajibkan bagi orang yang masuk ke Bali melalui kapal. Sedangkan jika naik pesawat, maka wajib menyertakan hasil tes PCR negatif Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini