Pengelola Wisata Bantimurung Waspada Banjir Jelang Libur Nataru

Antara, Jurnalis · Minggu 20 Desember 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 406 2330855 pengelola-wisata-bantimurung-waspada-banjir-jelang-libur-nataru-EIbBKaVvN3.JPG Sungai Bantimurung di Maros, Sulsel hampir meluap pasca hujan deras berhari-hari (Foto: Antara)

HUJAN deras disertai angin kencang memicu warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dan juga pengelola Kawasan Wisata Alam (KWA) Bantimurung, Maros kini siaga mengantisipasi banjir jika air Sungai Bantimurung meluap.

"Air sungai yang merupakan anak Sungai Bantimurung sudah naik di depan rumah, karena itu kami sudah jaga-jaga mengantisipasi banjir dengan menaikkan barang-barang leketronik ke tempat yang aman," kata seorang warga Desa Tanatekko, Kelurahaan Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu, 19 Desember 2020.

Menurut dia, air Sungai Bantimurung sudah hampir mencapai jembatan Maros yang merupakan jalur poros yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Maros serta kabupaten lainnya ke jalur utara.

Baca juga: Penumpang Pesawat Tujuan Bali di Bandara Juanda Anjlok 50% Imbas Wajib Uji Swab

Selain Sungai Bantimurung yang debit airnya mulai diambang batas normal, Sungai Lekopancing yang merupakan sumber air baku PDAM Kota Makassar sudah hampir melewati tanggul bendungan.

"Jika Sungai Bantimurung dan Lekopancing meluap karena hujan sudah empat hari berturut-turut, maka warga Maros perlu mewaspadai banjir bandang," kata warga Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Abdul Wahid.

Sementara itu, lokasi wisata Bantimurung yang dikelola Dinas Pariwsata Maros juga mulai mewaspadai banjir. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Maros, Yusriadi Arief mengatakan, kondisi debit air yang tinggi ini diakibatkan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Kabupaten Maros.

“Meski demikian, petugas kami masih terus memantau kenaikan air yang diprediksi akan terjadi seharian, dimana masih dalam batas normal pada kondisi cuaca seperti ini,” kata Yusriadi.

Menurut dia, meski kondisi debit air tinggi namun saat ini kawasan wisata Bantimurung tetap dibuka untuk wisatawan yang akan datang. Hanya saja, pengunjung tidak diperbolehkan untuk mandi dan berenang.

“Masyarakat di sekitar kawasan diimbau untuk tetap waspada menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, petugas kami senantiasa mewaspadai mengawasi pengunjung," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini