Sulawesi Selatan Diminta Kembangkan Wisata 'Dewa-Dewi' & 'Dedi'

Antara, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 406 2331052 sulawesi-selatan-diminta-kembangkan-wisata-dewa-dewi-dedi-xFCr1RflZB.JPG Ketua MPR, Bambang Soesatyo dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Foto: Antara)

KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Sulawesi Selatan mengembangkan pembangunan desa melalui program Desa Wisata Agro (Dewa), Desa Wisata Industri (Dewi) dan Desa Digital (Dedi).

"Ada tiga program pemerintah yang juga patut Pak Gubernur kembangkan ada 'Dewa', 'Dewi' dan 'Dedi'," kata Bamsoet dalam keterangannya, Minggu, 20 Desember 2020.

Bamsoet menjelaskan, pembangunan desa dan pemerataan ekonomi adalah hal yang dibutuhkan saat ini karena potensi yang dimiliki setiap desa.

Terlebih, kondisi di mana masyarakat desa saat ini juga sudah mengenal teknologi informasi. Sehingga kata dia, jika dikolaborasikan maka akan mendatangkan manfaat.

Baca juga: Program Wisata Covid-19 Resmi Dibuka di Palopo Sulsel

"Sekarang sudah berubah. Tetap bekerja di desa dengan laptop, bahkan hanya dengan sebuah handphone dia bisa menjual ke seluruh dunia, hasil produknya, sehingga pola ke depan bisnis Indonesia ini akan kembali ke desa," kata dia.

Bamsoet menambahkan, Sulsel telah memiliki Desa Wisata Agro dan Desa Wisata Industri. Menurutnya, di era digital saat ini, semua pihak harus cerdas memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan suatu objek wisata.

"Anak-anak kita main yang instagramable, cukup bikin Instagram dengan objek yang baik, bisa menarik uang. Dan mereka tidak butuh waktu lama, datang foto-foto, sebentar pulang. Itulah sekarang gaya wisata kita, memburu tempat menarik dan spesifik," terang politikus Partai Golkar ini.

Sedangkan untuk program 'Dedi', kata Bamsoet, belum semua desa mendapat akses jaringan data yang memadai. Sehingga masih harus terus mendorong Pemerintah Pusat untuk memperbaiki jaringan internet sampai ke pelosok desa.

"Kita ingin mengandalkan internet tetapi sering kali terganggu karena jaringannya buruk atau jelek. Sehingga menteri pendidikan yang membayangkan belajar merdeka pun itu terkendala, karena anak-anak kita yang di desa tidak terjangkau internet dalam mengirim data dan gambar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini