Viral Jembatan Bambu Rp200 Juta di Ponorogo Jadi Objek Wisata Dadakan

Ahmad Subekhi, Jurnalis · Minggu 20 Desember 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 408 2330950 viral-jembatan-bambu-rp200-juta-di-ponorogo-jadi-objek-wisata-dadakan-bTw7Io9oHi.JPG Jembatan bambu yang menelan biaya Rp200 juta di Ponorogo, Jawa Timur (Foto: iNews TV)

SEBUAH jembatan bambu di Ponorogo, Jawa Timur mendadak viral di media sosial. Pembangunan jembatan itu disebut-sebut menelan biaya senilai Rp200 juta. Lantaran keberadaannya yang kontroversial, jembatan bambu ini akhirnya ramai disambangi warga.

Warga menyebutnya Jembatan Tukung. Lokasinya berada di perbatasan Desa Bulak dan Desa Pandak, Kecamatan Balong, Ponorogo.

Lokasi tersebut sehari-harinya sepi, namun belakangan malah ramai dikunjungi pelancong. Ada yang ingin sekadar melihat-lihat, ada pula yang hendak berswafoto alias selfie.

Jembatan berbahan bambu ini disebut menghabiskan anggaran mencapai Rp200 juta. Banyak kalangan menilai angka sebesar itu tidak sebanding dengan kualitas bangunannya.

Baca juga: Air Terjun Grojogan Kokok, Destinasi Wisata Alam Baru di Ponorogo

Di lokasi tertera jelas informasi yang menyebutkan jika biaya pembangunan jembatan berasal dari APBD Kabupaten Ponorogo tahun 2020, dengan detail biaya senilai Rp199.659.000.

Pengunjung mengaku kecewa dengan pemerintah setempat yang dinilai mengerjakan jembatan secara asal-asalan. Pasalnya, jembatan yang seharusnya dibangun permanen justru hanya berbahan bambu yang mudah rusak.

"Kita penasaran ingin membuktikan, ingin melihat. Aneh banget, Rp200 juta itu harusnya ya sudah jadi jembatan (permanen) lah. Awalnya kan dulu sudah ada jembatan sebelumnya, cuma dibongkar. Terus dibangunnya setengah-setengah gini kan sayang," ujar seorang pengunjung, Anas Karuina.

Warga berharap pemerintah daerah lebih serius membenahi insfrastruktur jembatan di wilayah itu. pasalnya, warga kerap kesulitan jika hendak bepergian ke pasar, sekolah maupun bertani di sawah.

"Harapan masyarakat sendiri agar cepat diselesaikan supaya jalan bisa digunakan dan kualitas bangunan lebih bagus dari yang sekarang ini," ucap ketua RT setempat, Sumani.

Jembatan Tukung merupakan akses penghubung Desa Pandak dan Desa Bulan, Kecamatan Balon. Sebelumnya sudah ada jembatan yang bisa dilalui kendaraan berat seperti truk, namun tanpa alasan yang jelas, jembatan itu tiba-tiba saja dibongkar.

Ironisnya, bukannya bertambah bagus, jembatan yang dibangun ulang tersebut justru kualitasnya jauh lebih buruk dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun truk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini