Lonjakan Penumpang Belum Terlihat di Bandara Tjilik Riwut Jelang Libur Nataru 2021

Antara, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 406 2331361 lonjakan-penumpang-belum-terlihat-di-bandara-tjilik-riwut-jelang-libur-nataru-2021-UydHoaiCmf.JPG Bandara Tjilik Riwut di Kota Palangka Raya, Kalteng (Foto: Instagram/@bandaratjilikriwut)

BANDARA Tjilik Riwut di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah hingga sepekan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 belum terjadi peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Baik dalam hal pergerakan penumpang maupun jumlah penerbangan setiap harinya.

Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, Siswanto mengungkapkan, pada Jumat 18 Desember 2020 lalu jumlah penumpang baru mencapai 1.698 orang, dengan 15 penerbangan dan tonase kargo mencapai sekitar 36 ton.

"Dari sisi penumpang jika dibandingkan tahun lalu, baru mencapai sekitar 55 persen," kata dia akhir pekan kemarin.

Baca juga: Naik Pesawat, Anak-Anak Enggak Perlu Bawa Hasil Swab PCR

Jumlah penumpang pada masa Nataru kali ini lanjutnya, jauh berbeda jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali mengalami lonjakan pada saat tidak adanya pandemi Covid-19.

Ia menyebut bahwa pihaknya belum dapat memprediksi apakah akan terjadi kenaikan jumlah penumpang maupun peningkatan penerbangan signifikan pada Nataru ini, mengingat kondisi pandemi Covid-19.

Terlebih kebijakan masing-masing pemerintah daerah di sejumlah kota besar yang dikhawatirkan memengaruhi keinginan masyarakat untuk bepergian. Namun menurutnya, biasanya akan terjadi peningkatan penumpang menjelang tiga atau dua hari dari hari besar, termasuk pada Natal dan tahun baru.

Untuk itu pihaknya selalu siap dan siaga, terlebih jika nantinya ada maskapai yang mengajukan penerbangan ekstra kepada AP II Bandara Tjilik Riwut. Saat ini rute penerbangan yang masih mendominasi yakni Jakarta dan Surabaya, disusul Yogyakarta, serta sejumlah penerbangan perintis, seperti Muara Teweh, Puruk Cahu dan lainnya.

Untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya juga siap dengan tersedianya layanan rapid test antibodi dan rapid test antigen.

"Untuk rapid test antibodi Rp85 ribu dan rapid test antigen Rp200 ribu," ucap Siswanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini