Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan & Kekurangan Rapid Test Antigen

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 406 2331462 traveler-wajib-tahu-ini-kelebihan-kekurangan-rapid-test-antigen-kHhYnNDYa9.JPG Seseorang sedang menjalani tes usap Covid-19 (Foto: Okezone.com/CDB Yudistira)

PEMERINTAH resmi memperketat aturan perjalanan dengan mewajibkan para traveler mengantongi hasil negatif rapid test antigen Covid-19. Kebijakan itu berlaku bagi traveler yang hendak bepergian keluar kota dengan menggunakan pesawat terbang maupun kereta api jarak jauh.

Bahkan terjadi antrean panjang calon penumpang yang hendak bepergian di beberapa titik mulai terjadi hari ini, Senin (21/12/2020). Antrean penumpang yang hendak menjalani rapid test antigen pagi ini di antaranya terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, sebelumnya masyarakat lebih familiar cara cepat pengetesan Covid-19 sebagai rapid test antibodi. Rapid test yang lazimnya dikenal masyarakat ialah dengan cara mengambil sampel darah seseorang.

Di mana petugas medis akan menusukkan jarum kecil ke jari seorang pasien untuk diambil sedikit darahnya baru dilakukan uji Covid-19. Namun, belakangan rapid test malah dianggap kurang akurat untuk menguji virus corona.

Baca juga: Antre Rapid Test Antigen, Penumpang Menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta

Alhasil, di tengah meningkatnya angka kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah menetapkan bahwa para pelaku perjalanan alias traveler wajib melakukan rapid test antigen sebelum pergi berwisata.

Rapid test antigen ini lantas membuat sebagian orang bingung. Sebab, rapid test yang sudah banyak dikenal orang itu pengambilan sampelnya hanya melalui darah, sementara khusus rapid yang satu ini justru harus melalui pemeriksaan usap (swab).

Prosedur rapid test antigen memang melakukan swab (usap) untuk pengambilan sampel. Hal ini karena hasil tes ingin melihat ada atau tidaknya antigen virus SARS-CoV2 dalam tubuh kita melalui sampel yang diambil dari orofaring maupun nasofaring.

Baca juga: Aturan Perjalanan Selama Libur Nataru Diperketat, Begini Panduannya!

Yang jadi pertanyaan kemudian, mengapa rapid test antigen dijadikan patokan bagi para traveler yang hendak bepergian ke sejumlah daerah di Indonesia?

Oleh karenanya, ada baiknya kita mengetahui faktor kelebihan dan kekuarangan rapid test antigen ini, agar dapat menjadi pemahaman bagi traveler, terlebih menjelang masa liburan saat ini.

Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, dr Muhammad Irhamsyah, Sp.PK mengungkap kelebihan dan kekurangan rapid test antigen.

Kelebihan

Kelebihan rapid test antigen menurut dr Irhamsyah di antaranya mampu mendeteksi komponen virus secara langsung untuk deteksi dini, tidak membutuhkan masa inkubasi terjadinya ikatan antigen antibodi untuk timbul hasil positif, dan tidak memerlukan alat pemeriksaan laboratorium khusus.

Tidak hanya itu, rapid test antigen juga unggul karena tidak memerlukan keterampilan petugas secara khusus dalam pengerjaannya.

"Rapid test antigen dapat digunakan juga untuk deteksi dan isolasi dini kasus positif di pelayanan kesehatan serta untuk tracing kontak pasien yang terkonfirmasi positif," ungkap dr Irhamsyah dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Senin (21/12/2020).

Kekurangan

Selain memiliki kelebihan, metode rapid test antigen ini rupanya punya kekurangan. Rapid test antigen antara lain hanya dapat mendeteksi dini (sehingga berpotensi terjadi false negatif dari hasil swab antigen setelah dikonfirmasi dengan tes PCR positif).

"Tes ini menggunakan sampel saluran napas atas: usapan di dalam lubang hidung atau di rongga mulut (swab nasofaring atau orofaring) sehingga ketidakterampilan petugas dalam pengambilan spesimen dapat mempengaruhi hasil. Saat melakukan tes ini, petugas diwajibkan memakai baju khusus APD level 3 untuk pengambilan spesimennya," terang dr Irhamsyah.

Menurut dia, terdapat perbedaan sensitivitas antar-brand alat tes swab antigen, sehingga pemilihan alat tes harus dilakukan dengan tepat, serta uji validasi hasil swab antigen masih terbatas sehingga belum dapat menggantikan posisi RT-PCR.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini