Libur Nataru 2021, Korea Selatan Tutup Semua Tempat Wisata Musim Dingin

Antara, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 406 2331998 libur-nataru-2021-korea-selatan-tutup-semua-tempat-wisata-musim-dingin-dd1TNuuBlV.jpg Gunung Naejang salah satu destinasi wisata alam di Korea Selatan (visitkorea.or.kr)

KOREA Selatan bergerak untuk menutup semua resor ski dan tempat wisata musim dingin, dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona baru. Gelombang ketiga pandemi COVID-19 terbukti jauh lebih sulit untuk ditahan di wilayah padat penduduk di Ibu Kota.

"Dari 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, pemerintah akan menutup fasilitas ski dan tempat-tempat wisata, yang populer selama musim akhir tahun," kata Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun, berbicara di televisi, Selasa (22/12/2020).

 Baca juga: Cegah Kerumunan, Pantai Kuta Ditutup saat Malam Tahun Baru 2021

Pertemuan lebih dari empat orang tidak akan diizinkan digelar, sementara pembatasan antivirus yang lebih ketat akan diberlakukan di restoran untuk mengurangi infeksi.

 

Pengumuman itu muncul setelah Seoul dan daerah sekitarnya melarang pertemuan lebih dari empat orang selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Korea Selatan mencatat jumlah kematian harian tertinggi akibat virus corona pada hari Senin.

Baca juga: Wagub Imbau Pelancong Tak Pelesiran ke Jabar saat Libur Nataru

Korea Selatan melaporkan 869 kasus COVID-19 pada Senin tengah malam, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan pada hari Selasa, turun dari catatan harian 1.097 yang dilaporkan selama akhir pekan.

Maraknya kasus baru telah mengguncang Korea Selatan yang selama berbulan-bulan dianggap sebagai kisah sukses mitigasi.

Kasus-kasus baru membuat penghitungan nasional menjadi 51.460 infeksi, dengan 722 kematian.

"Pesan yang didesak oleh pemerintah kepada rakyat sudah jelas," kata Chung.

"Kami dengan tulus meminta Anda untuk membatalkan semua perjalanan dan pertemuan dan tinggal di rumah selama liburan Natal dan Tahun Baru."

Pemerintah nasional sejauh ini menolak seruan untuk memberlakukan Fase 3 dalam rencana anti-COVID-19 negara itu, aturan jarak sosial yang paling sulit dikategorikan yang pada dasarnya akan mengunci ekonomi terbesar keempat di Asia itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini