Target Kunjungan Wisatawan ke Semarang Dipangkas Signifikan Imbas Corona

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 406 2332542 target-kunjungan-wisatawan-ke-semarang-dipangkas-signifikan-imbas-corona-1DHyaqom1g.JPG Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Foto: Antara)

TARGET kunjungan wisatawan di Kota Semarang, Jawa Tengah dipangkas drastis akibat pandemi Covid-19. Jika tahun lalu wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang mencapai 7,2 juta, namun pada 2020 ditargetkan hanya 3 juta wisatawan.

Meski demikian, kegiatan usaha dan pariwisata pada saat momen Natal dan Tahun Baru 2021 masih dipersilakan beroperasi. Dengan catatan, tetap memprioritaskan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan saat berkunjung ke sejumlah destinasi wisata.

Baca juga: Pengetatan Aturan Traveling Bertujuan Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Panjang

“Kami tidak targetkan tingkat kunjungan wisatawan. Kami lebih menekankan kepada melayani wisatawan yang datang secara baik, supaya bisa nyaman di kota Semarang. Untuk itu penegakan protokol kesehatan akan terus kami pantau,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kemarin.

Pihaknya juga akan bekerja keras menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru agar tak menjadi klaster Covid-19. Selain itu, kebijakan membuka kegiatan pariwisata diharapkan dapat benar- benar berdampak positif.

"Yang pasti kami tidak ingin liburan Natal dan tahun baru berpotensi menimbulkan klaster baru penambahan kasus Covid-19. Sehingga Saya instruksikan kepada sedulur-sedulur di Pemerintah Kota Semarang,khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di objek-objek wisata yang ada di Kota Semarang," tekannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menambahkan, pada tempat wisata milik Pemerintah kota Semarang telah dilengkapi dengan CCTV dan pengeras suara.

“Alat tersebut untuk memantau kepadatan pengunjung. Apabila pengunjung berkerumun, petugas akan memberi peringatan melalui pengeras suara. Kami targetnya bukan ke jumlah tapi bagaimana melayani orang yang datang ke kota Semarang dengan baik agar tidak ada peningkatan kasus Covid-19," ujar Iin sapaan akrabnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini