Kaleidoskop 2020: Wabah Corona Lumpuhkan Penerbangan Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 406 2332561 kaleidoskop-2020-wabah-corona-lumpuhkan-penerbangan-dunia-TmTJ2aBRRW.JPG Calon penumpang pesawat terbang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (Foto: Instagram/@soekarnohattaairport)

PANDEMI virus corona alias Covid-19 membawa dampak yang sangat besar bagi perekonomian dunia. Banyak sektor yang terpukul setelah virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu menyebar ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Sektor pariwisata misalnya. Sektor ini mendadak mati suri akibat diterapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dampak dari kebijakan tersebut memang berpengaruh besar pada aktivitas wisata.

Bagaimana tidak, dengan adanya kebijakan PSBB, seluruh moda transportasi umum termasuk pesawat terbang, sempat ditutup sementara guna mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

Bila menilik kembali, pola kebijakan larangan penerbangan yang dikeluarkan pemerintah selama masa pandemi Covid-19, prosesnya ternyata dilakukan secara bertahap. Mulai dari larangan terbang menuju negara asal pandemi (China), hingga penutupan seluruh rute penerbangan baik domestik maupun luar negeri.

Nah, menyambut tahun baru 2021, Okezone akan mengulas kembali timeline kebijakan larangan penerbangan komersial sepanjang tahun 2020 atau selama pandemi Covid-19. Berikut ulasannya, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Baca juga: Langgar Karantina 8 Detik, Turis Filipina Kena Denda Puluhan Juta

Maskapai Emirates

(Foto: Instagram/@emirates)

Larangan penerbangan ke China

Pada masa-masa awal pandemi Covid-19, pemerintah sebetulnya telah melakukan beberapa tindakan tegas untuk menanggulangi isu kesehatan. Salah satunya menutup penerbangan dan menuju daratan Cina yang resmi diberlakukan pada 5 Februari 2020 lalu.

"Dipastikan tidak ada kebijakan penutupan sementara penerbangan internasional, kecuali dari dan ke RRT (mainland China),โ€ kata Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, melalui siaran pers, kala itu.

Larangan Penerbangan ke Italia, Iran, dan Korea Selatan

Kebijakan larangan penerbangan dari dan menuju luar negeri pun semakin diperketat seiring dengan meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di sejumlah negara. Tepat pada tanggal 8 Maret lalu, semua penerbangan transit atau tinggal dari Italia, Iran, dan Korea Selatan tidak diizinkan sama sekali masuk ke Indonesia.

Keputusan ini diambil langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Lo Marsudi berdasarkan lapora perkembangan virus Covid-19 di dunia yang dikeluarkan oleh WHO.

Bandara Milan

(Foto: Instagram/@blonde.pepper)

Baca juga: Jangan Takut Corona, Berikut 5 Tips Traveling Aman dengan Pesawat

"Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus Covid di luar Tiongkok, terutama di tiga negara yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan," ujar Retno saat itu.

Seluruh penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ditutup

Setelah melalui pertimbangan yang cukup panjang, pada 24 April lalu, PT Angkasa Pura II sepakat untuk menghentikan sementara layanan terhadap penerbangan komersial penumpang di seluruh terminal. Kebijakan ini berlaku mulai Jumat 24 April 2020 hingga 1 Juni 2020.

"Untuk mendukung pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui aturan larangan mudik, Angkasa Pura I menghentikan sementara layanan terhadap penerbangan komersial penumpang mulai 24 April hingga 1 Juni 2020," ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan dalam siaran pers yang diterima Okezone.

Kendati demikian, pada saat itu penerbangan kargo dan penerbangan khusus masih tetap beroperasi seperti biasa. Penerbangan khusus antara lain untuk pimpinan lembaga tinggi negara Indonesia, tamu atau wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional, serta untuk keperluan WNI dan WNA.

Penerbangan kembali dibuka

Memasuki era new normal, pemerintah akhirnya kembali membuka penerbangan. Hal ini seiring dengan dilonggarkannya kebijakan PSBB.

Namun, calon penumpang melampirkan syarat hasil uji Covid-19 untuk naik pesawat. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 4 Juni 2020 lalu.

Bandara Soekarno-Hatta

(Foto: Okezone.com/Dimas)

"Untuk penerbangan dalam negeri ketentuannya adalah menggunakan hasil PCR test. Tetapi juga boleh menggunakan rapid test. Ini sesuai surat edaran Gugus Tugas nomor 4, dan diperbaiki menjadi nomor 6 diperpanjangannya,โ€ kata Doni.

Sementara untuk penerbangan luar negeri, lanjut Doni, penumpang wajib melampirkan hasil PCR atau tes swab

โ€Kemudian khusus untuk penerbangan luar negeri, ini wajib menggunakan PCR test sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan nomor 313. Termasuk juga saran dari Menteri Luar Negeri kepada Presiden. Selain itu, semua yang tiba dari luar negeri baik yang sifatnya mandiri maupun yang merupakan kelompok PMI itu wajib menggunakan metode PCR test," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini