Kisah Pria Bantu Penumpang Bergejala Covid-19 di Pesawat, Rela Beri Napas Buatan

Ersa Ambarita, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 03:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 406 2333035 kisah-pria-bantu-penumpang-bergejala-covid-19-di-pesawat-rela-beri-napas-buatan-QF7ncGVCMX.jpeg Foto New York Post

SEORANG penumpang maskapai United Airlines, Tony Aldapa belum lama ini menceritakan peristiwa dramatis ketika ia melompat dari kursi pesawat untuk menyelamatkan seorang pria yang memiliki gejala Covid-19. 

Aldapa yang merupakan seorang teknisi medis darurat (EMT) mengaku tidak bisa diam saja melihat seseorang yang memerlukan pertolongan.

“Mengetahui bahwa saya memiliki pengetahuan, pelatihan, dan pengalaman untuk membantu, saya tidak bisa duduk diam dan menyaksikan seseorang mati,” katanya seperti dilansir dari New York Post, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Apes Banget, Maskapai Ini Bawa Puluhan Penumpang ke Tujuan yang Salah

Ia dan dua penumpang lainnya memutuskan melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau memberi napas buatan. Mereka bekerja sama selama 45 menit agar pria yang mereka tolong tidak hilang kesadaran.

Istri penumpang tersebut mengakui, suaminya telah dijadwalkan mengikuti tes Covid-19 di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia juga memberitahu maskapai sebelum naik terkait kondisi suaminya yang tidak memiliki gejala khusus.

Pesawat pun akhirnya melakukan pendaratan darurat di Bandara New Orleans, Amerika Serikat. Sayangnya, tak berapa lama dirawat di rumah sakit, penumpang tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Libur Nataru 2021, Korea Selatan Tutup Semua Tempat Wisata Musim Dingin

Aldapa mengatakan setelah membantu pria tersebut, dirinya mengalami gejala-gejala yang mengarah kepada Covid-19.

“Pada dasarnya saya hanya merasa seperti ditabrak kereta api. Saya batuk, seluruh tubuh saya masih sakit, saya sakit kepala,” ujarnya.

Juru bicara United Airlines menampik pernyataan yang disampaikan istri korban. Pihaknya hanya diberi tahu bahwa pria itu menderita serangan jantung dan sedang menunggu informasi lebih lanjut tentang kemungkinan kasus Covid-19.

“Kami membagikan informasi yang diminta dengan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) sehingga mereka dapat bekerja dengan pejabat kesehatan setempat untuk melakukan penjangkauan ke penumpang mana pun yang menurut CDC berisiko untuk kemungkinan terpapar atau terinfeksi,” ungkap juru bicara.

Dalam keterangan resminya, CDC pun mengatakan, timnya akan memproses dan mengumpulkan informasi atas kasus yang terjadi tersebut.

“CDC sedang dalam proses mengumpulkan informasi dan melanjutkan sesuai dengan prosedur operasi standar kami untuk menentukan apakah tindakan kesehatan masyarakat lebih lanjut sudah sesuai. Untuk melindungi privasi individu, kami tidak akan memberikan informasi ini kepada publik,” jelas CDC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini