Kaleidoskop 2020: Ragam Kegiatan yang Diizinkan Buka Selama Masa PSBB Transisi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 406 2333188 kaleidoskop-2020-ragam-kegiatan-yang-diizinkan-buka-selama-masa-psbb-transisi-IBHfDFgHHS.JPG Istana Anak di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (Foto: Traveloka)

PANDEMI virus corona atau Covid-19 melumpuhkan setiap sendi kehidupan manusia. Pariwisata menjadi sektor paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

Sektor ini seolah 'mati suri' seiring ditutupnya seluruh akses transportasi guna mencegah penularan virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Alhasil, banyak destinasi wisata yang memutuskan untuk tutup sementara karena jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis.

Penutupan objek wisata dan tempat-tempat yang memicu keramaian ini terjadi pada awal-awal masa pandemi Covid-19 mulai dari bulan Maret hingga dilonggarkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Juli 2020, dan diberlakukannya PSBB transisi jilid 2 pada 12 Oktober 2020 lalu. Penerapan PSBB di Jakarta tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Wabah Corona Lumpuhkan Penerbangan Dunia

Namun setelah pemerintah membuka kembali akses transportasi, dan mengeluarkan kebijakan protokol kesehatan sangat ketat, satu per satu daerah mulai melakukan reaktivasi wisata dan menyambut kembali kunjungan wisatawan.

Berikut Okezone rangkumkan berbagai jenis aktivitas usaha maupun kegiatan yang diizinkan buka selama masa PSBB transisi.

Sektor perkantoran

Ruang perkantoran

(Foto: Shutterstock)

Sektor perkantoran atau tempat kerja. Perusahaan yang esensi diperbolehkan dengan kapasitas sesuai kebutuhan. Di luar itu, hanya diizinkan dengan kapasitas 50 persen karyawan.

Sektor perdagangan

Sektor industri, perdagangan, koperasi dan UMKM juga diizinkan beroperasi. Di antaranya, pabrik, pasar rakyat, mal atau pusat perbelanjaan, perdagangan, pertokoan, dan UKM. Semua jenis usaha itu diperbolehkan langsung dibuka.

Pariwisata

Lalu sektor pariwisata, seperti restoran, cafe dan tempat makan juga diizinkan di buka hingga pelayanan makan di tempat. Begitupula dengan taman rekreasi. Tempat rekreasi seperti Ancol, Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pun mulai dibuka, setelah diterapkan PSBB masa transisi.

Ragunan

(Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

Penerapan protokol kesehatan dalam pembukaan taman rekreasi itu antara lain, maksimal 25 persen kapasitas, pembelian tiket wajib secara daring, pembatasan usia pengunjung untuk usia di bawah 9 tahun dan di atas 60 tahun dilarang masuk, dan pembatasan jumlah pengunjung wahana dan transportasi keliling.

Adapun operasional taman rekreasi di Ibu Kota itu akan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB pagi hingga 17.00 WIB.

Olahraga atau wisata air, maksimal 25 persen kapasitas, mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada setiap wahana, mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada kegiatan yang dilaksanakan di dalam air.

Salon dan barbershop

Barbershop

(Foto: Instagram/Barbergaul)

Aktivitas ini diperbolehkan namun tetap dengan aturan yaitu maksimal 50 persen kapasitas (termasuk pengunjung dan antrean), pelayanan perawatan muka dan pijat ditiadakan, jarak antar kursi min 1,5 meter, pelanggan mendaftar secara daring, pelayan/hair stylist memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Sektor kreatif

Produksi audio/visual (film, tayangan televisi, klip musik, iklan, dan sebagainya), dilarang menimbulkan kerumunan dan pelayanan makanan dilarang dalam bentuk prasmanan. Untuk sektor ini perlu mengajukan persetujuan teknis.

Pusat kebugaran

Pusat Kebugaran, maksimal 25 persen kapasitas, jarak antar orang dan antar alat minimal 2 meter, latihan bersama hanya diperbolehkan di luar ruangan (outdoor), menerapkan SOP secara ketat pada area publik yang dipakai bersama-sama, fasilitas dalam ruangan (indoor) dilengkapi dengan alat pengatur sirkulasi udara, petugas memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Aktivitas indoor

Aktivitas Indoor diizinkan buka dengan pengaturan tempat duduk secara ketat, misalnya meeting, workshop, seminar, teater, bioskop, akad nikah, pemberkatan, upacara pernikahan, harus maksimal 25 persen kapasitas.

Pernikahan indoor di Kantor KUA Ciracas

(Foto: Antara/Aprillio)

Kemudian jarak antar tempat duduk minimal 1,5 meter, peserta dilarang berpindah-pindah tempat duduk, atau berlalu-lalang (melantai), alat makan-minum disterilisasi, pelayanan makanan dilarang dalam bentuk prasmanan dan petugas memakai masker, face shield, dan sarung tangan. Pada sektor ini, diperlukan pengajuan permohonan perizinan teknis kepada pihak terkait.

Tempat ibadah

Tempat ibadah diizinkan dibuka untuk kegiatan peribadatan dengan kapasitas 50 persen, pengaturan yang ketat sesuai instansi keagamaan masing-masing.

Salat Jumatdengan Prokes

(Foto: Okezone.com/Fahreza)

Khusus tempat ibadah raya harus melaksanakan pencatatan pengunjung, baik dengan buku tamu atau dengan sistem teknologi dan tempat ibadah yang diperuntukkan acara pernikahan namun tetap merujuk pada ketentuan tentang fasilitas pernikahan.

Taman RTH dan RPTRA

RPTRA di Jakarta

(Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) masih boleh dibuka. Namun diberlakukan pembatasan usia pengunjung untuk usia di bawah 9 tahun dan di atas 60 tahun dilarang masuk. Bagian bangunan RPTRA ditutup dan alat permainan dan kebugaran dilarang digunakan.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi hingga 3 Januari 2021 mendatang.

Keputusan ini tak lepas dari belum kunjung lenyapnya kasus Covid-19 di Ibu Kota. Selain itu, kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi lonjakan kasus akibat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan, persentase pertambahan total kasus terkonfirmasi positif menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir. Per 20 Desember 2020, kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 163.111 atau meningkat 13,3 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya dari 143.961 kasus pada 6 Desember.

“Kami mencatat kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif signifikan mulai terjadi sejak pertengahan bulan November dan kini stabil di angka 13 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, Senin, 21 Desember 2020 lalu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini