Dilarang Terbang ke Pontianak, Begini Respons Batik Air

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 25 Desember 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 406 2333631 dilarang-terbang-ke-pontianak-begini-respons-batik-air-r8vFb0Fmth.JPG Pesawat Batik Air (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

PIHAK maskapai Batik Air akhirnya angkat bicara terkait larangan sementara terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat. Ya, maskapai di bawah manajemen Lion Group itu dilaporkan mengangkut lima penumpang rute Jakarta-Pontianak yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Temuan itu didapat saat penumpang menjalani tes di Bandara Supadio, Pontianak. Sebelumnya kelima penumpang itu telah mengantongi surat bebas Covid-19 dan nonreaktif saat menjalani tes rapid antigen di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro balam pernyataan persnya berujar bahwa pihak maskapai telah menjalankan operasional sesuai aspek keselamatan, keamanan (safety first) sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

“Dalam operasional penerbangan Batik Air bertugas sebagai pengangkut (menerbangkan) para tamu,” ucap Danang, Jumat (25/12/2020).

Sebagaimana ketentuan persyaratan perjalanan udara, para tamu (penumpang) yang akan bepergian menggunakan pesawat udara telah menjalani pemeriksaan uji kesehatan di instansi kesehatan dan telah ditandatangani oleh medis.

Baca juga: Angkut Penumpang Positif Corona, Batik Air Dilarang Terbang ke Pontianak

Ia menjelaskan, Batik Air tidak melakukan uji kesehatan kepada setiap tamu. Pada setiap operasional yang telah berjalan sebelumnya dan pada masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dijelaskan bahwa setiap penumpang yang dinyatakan layak terbang dan dapat masuk ke dalam kabin pesawat udara untuk melakukan perjalanan udara (safe to fly) sudah melalui rangkaian pemeriksaan (verifikasi dan validasi) dokumen, barang bawaan dan lainnya di bandar udara keberangkatan.

Pesawat Boeing 737-800NG yang membawa kelima penumpang itu lanjut Danang, termasuk pesawat modern yang memiliki sistem penyaringan udara (High Efficiency Particulate Air) atau disebut HEPA filter.

“HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di dalam kabin dan menyaring lebih dari 99,9 persen jenis virus, kuman, serangga dan bakteri. Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Untuk udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat,” terangnya.

Ia menambahkan, jumlah tingkat keterisian tamu atau penumpang (seat load factor) pada penerbangan ID-6220 pada tanggal tersebut yaitu 128 tamu, dua anak-anak dan satu balita yang terdiri dari 75 tamu kategori grup dan 53 tamu kategori perorangan.

“Terkait dengan kapasitas angkut penumpang pesawat udara Batik Air yang diberikan batasan dalam jumlah yang diangkut, maka penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan (bersebelahan dan tidak ada jarak),” sebut Danang.

Adapun kelompok penumpang dimaksud pada penerbangan kata Danang, ialah perjalanan grup dari keluarga atau rombongan tertentu (group booking) yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan (satu baris) atau penumpang kategori PCR/ Swab hasil negatif.

"Selanjutnya, adalah penumpang yang bukan dalam satu keluarga atau rombongan tertentu akan diusahakan ada jarak duduk antar penumpang," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengungkap adanya lima penumpang Batik Air positif terpapar Covid-19.

Harisson mengatakan, Satgas penanggulangan Covid-19 telah melaksanakan pemeriksaan secara acak terhadap penumpang yang mendarat di Bandara Supadio.

"Nah, setelah itu kami cek secara acak terhadap penumpang dari pesawat Batik Air ID 6220 Cengkareng-Pontianak pukul 14.30, dari penumpang itu kami ambil 24 sampel dan ternyata 5 orang itu positif Covid-19," kata Harisson, Kamis, 24 Desember 2020 kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini