Imbas Virus Corona Baru, China Tutup Akses Penerbangan dari Inggris

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 25 Desember 2020 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 406 2333638 imbas-virus-corona-baru-china-tutup-akses-penerbangan-dari-inggris-cNxfUhbevZ.JPG Bandara Guangzhou, China (Foto: Instagram/@zj_aeroplanes)

MEREBAKNYA virus corona atau Covid-19 varian baru di Inggris, memaksa Pemerintah China mengambil langkah preventif agar wabah tersebut tidak menyebar masuk ke negaranya.

China untuk sementara menghentikan seluruh penerbangan dari dan ke Inggris hingga sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Setelah memikirkan banyak pertimbangan, China telah memutuskan untuk mengikuti langkah negara lain dan menghentikan penerbangan ke dan dari Inggris,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin, menyitir laman Reuters.

Pemerintah China kata Wang, sangat cermat memantau perkembangan kasus mutasi varian baru virus corona di Inggris tersebut. Terlebih kasus serupa sudah ditemukan juga di sejumlah negara.

Baca juga: India Tutup Semua Akses Penerbangan dari Inggris Gegara Corona Baru

“China akan mengamati dengan cermat perkembangan yang ada dan menyesuaikan kebijakan sesuai dengan dinamika negara telah menutup perbatasannya untuk penerbangan yang menunjukkan ada delapan penerbangan yang tersedia tiap minggunya dari China menuju Inggris, di antaranya disediakan oleh maskapai penerbangan Air China , China Eastern Airlines dan China Southern Airlines," paparnya.

Sekadar informasi, maskapai British Airways menyediakan dua penerbangan setiap pekannya dari London ke Shanghai. Dengan adanya kebijakan tegas dari China, maka otomatis penerbangan dari negeri Ratu Elizabeth tersebut akan disetop sementara.

Di lain pihak, Inggris telah bertindak secara cepat, transparan dan bertanggung jawab untuk mendukung perang global melawan Covid-19.

Kemampuan analisis genomik dan sistem pengawasan Inggris yang terdepan di dunia telah memungkinkan mengidentifikasi varian baru Corona Inggris.

Kepala Bagian Media dan Komunikasi Kedubes Inggris, John Nickell menjelaskan, mutasi virus adalah hal yang wajar. Pasalnya, semua virus bermutasi seiring dengan waktu dan varian baru muncul secara berkala.

"Kami terus melakukan upaya mengurangi penyebaran Covid-19 untuk menyelamatkan nyawa," tegasnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi erat dengan para mitra internasional dan bekerja dengan segera untuk meminimalkan gangguan sebaik mungkin.

“Kami sangat berharap bahwa transparansi Inggris dan tindakan cepat akan memungkinkan pengambilan keputusan untuk kembali ke situasi yang lebih stabil sesegera mungkin,” pungkas Nickell.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini