Pemkab Sleman Awasi Kepatuhan Protokol Kesehatan pada Objek Wisata

Antara, Jurnalis · Jum'at 25 Desember 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 406 2333710 pemkab-sleman-awasi-kepatuhan-protokol-kesehatan-pada-objek-wisata-l5ysn1GeYB.JPG Wisatawan sambangi objek wisata Candi Ratu Boko di Sleman, DIY (Foto: Antara/Hendra Nurdiansyah)

DINAS Pariwisata Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta akan mengawasi kepatuhan objek wisata terhadap surat edaran (SE) bupati, yang menginstruksikan agar tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada liburan akhir tahun ini.

"Kegiatan monitoring kami lakukan di destinasi dan jasa wisata," ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman Aris Herbandang di Sleman, DIY, Jumat (25/12/2020).

Menurut dia, dalam SE Nomor 440/02875 tentang Penyesuaian Kegiatan dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 selama Libur Cuti Bersama Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 tersebut kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan.

"Lewat monitoring ini, kami ingin memastikan masyarakat dan pelaku pariwisata disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dan memastikan jam operasional untuk kafe, restoran, dan tempat hiburan sampai pukul 22.00 WIB ditaati," katanya.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Dekat Bandara Yogyakarta, Sudah Pernah ke Sini?

Ia mengatakan, sejak awal pekan lalu pihaknya telah melakukan monitoring kesiapan sarana dan prasarana destinasi dan usaha jasa pariwisata (UJP) dalam pelaksanaan SOP Covid-19.

"Dinas Pariwisata Sleman maupun Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman dan juga OPD terkait melakukan monitoring atas konsistensi penerapan SOP baik pada destinasi maupun UJP secara acak baik waktu maupun lokasinya," katanya.

Guna menciptakan destinasi dan layanan pariwisata yang aman dari Covid-19 lanjut Aris, perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan terutama disiplin dan konsistensi penerapan SOP.

Sebelumnya, Pemkab Sleman melakukan penyesuaian kegiatan dalam upaya pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 selama libur cuti bersama Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 menyusul angka terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya masih tinggi.

"Sleman termasuk dalam kategori zona merah dengan jumlah total konfirmasi positif per 20 Desember 2020 mencapai 4.277 orang," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya.

Menurut dia, kondisi memprihatinkan ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran penularan dan penyebaran Covid-19.

"Langkah yang dilakukan Pemkab Sleman guna meminimalisir penyebaran Covid-19 adalah dengan mencegah terjadinya kerumunan," katanya.

Baca juga: Promosi Wisata Harus Dibarengi Praktik Prokes Pencegahan Covid-19

Menurutnya, libur Natal dan Tahun Baru kali ini berpotensi memunculkan kerumunan. "Seluruh masyarakat, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara dan penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang menyelenggarakan aktivitas selama libur atau cuti tersebut diinstruksikan untuk tidak menimbulkan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian atau kerumunan," katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu menaati protokol kesehatan sesuai ketentuan Peraturan Bupati Nomor 37.1 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. bPada periode 24 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 semua aktivitas usaha dibatasi maksimal pukul 22.00 WIB.

"Bagi pelanggar protokol kesehatan akan dilakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Harda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini