Kaleidoskop 2020: Wisata Petualangan Paling Diburu, Rancabali Ciwidey hingga Bukit Sikunir

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 406 2334021 kaleidoskop-2020-wisata-petualangan-paling-diburu-rancabali-ciwidey-hingga-bukit-sikunir-JBVfDhaQAz.JPG Kegiatan offroad di Lakeside Rancabali, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat (Foto: Instagram/@lakeside_rancabali)

SEPANJANG tahun 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya menciptakan formulasi yang tepat untuk memulihkan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mendorong pengembangan wisata minat khusus berbasis petualangan.

Tren wisata petualangan sebetulnya sudah mulai dilirik oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali para selebriti Tanah Air sejak dilonggarkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskaala Besar (PSBB) total dilonggarkan. Deretan foto-foto selebriti hingga influencer saat berlibur ke curug (air terjun) hingga pegunungan tak henti-hentinya menghiasi lini masa media sosial seperti Instagram.

Hal tersebut membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran pola wisata di kalangan wisatawan. Bukan tanpa alasan, menurut Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, wisata petualangan yang notabennya dilakukan di alam bebas, memang termasuk salah satu aktivitas wisata dengan risiko tingkat penularan Covid-19 paling rendah.

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Deretan Objek Wisata Viral Sepanjang 2020, Salah Satunya Habitat Komodo!

"Aktivitas wisata ini tidak akan menimbulkan kerumunan, dan sifatnya lebih kepada pendekatan terhadap ekosistem," ujar Doni dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR di Jakarta, Rabu 17 Juni 2020 lalu.

Itulah sebabnya banyak daerah mulai berbenah diri mengembangkan objek-objek wisata alam mereka, guna menarik perhatian wisatawan untuk kembali berwisata di masa pandemi Covid-19. Hal ini tentunya diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Berikut Okezone rangkumkan sejumlah destinasi wisata petualangan yang sempat booming sepanjang tahun 2020.

Curug Putri Kencana, Bogor, Jawa Barat

Artis multitalenta, Dian Sastrowardoyo diketahui menjadi salah satu selebriti Tanah Air yang keranjingan main ke curug alias air terjun. Pertengahan Juli 2020 lalu, Dian Sastro dan sang suami tercinta, Maulana Indraguna kedapatan menyambangi Curug Putri Kencana di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Trekking to this amazing waterfall," tulis Indra saat menggunggah foto selfie bersama Dian.

Ya, pesona Curug Putri Kencana memang tidak terbantahkan lagi. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan air terjun yang memukau.

Curug Putri Kencana

(Foto: Instagram/@wahanacurugputrikencana)

Tak hanya itu, di tengahnya terdapat kolam air berhiaskan batu-batu besar dengan warna air hijau tosca. Di sekitarnya juga ditumbuhi pepohonan yang rindang, sehingga suasananya pun terasa begitu sejuk dan menyegarkan.

Perlu diketahui pula bahwa objek wisata Curug Putri Kencana tak hanya terdiri dari satu air terjun saja. Bila wisatawan menyusuri jalur trekking di kawasan ini, mereka dapat menikmati keindahan Curug Leuwi Pariuk, Leuwi Demang, Leuwi Baliung, hingga Curug Love yang disambangi oleh Dian Sastro dan suaminya.

Baca juga: Asyiknya Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara Berwisata Glamping di Ciwidey

Disebut “Love” karena air terjunnya terpecah oleh sebuah batu di tengah, hingga menyerupai bentuk hati. Airnya juga tidak kalah jernih dari air terjun lainnya. Wisatawan bisa bermain air sepuasnya di sini. Curug Putri Kencana sendiri berada di Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

Rancabali, Ciwidey, Jawa Barat

Pertengahan Oktober 2020, giliran pasangan artis Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara yang berkesempatan menjajal sensasi wisata petualangan di kawasan Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Salah satu aktivitas menarik yang mereka lakukan adalah berwisata glamping (glamour camping) di Glamping Lakeside Rancabali.

Berwisata glamping memang cukup digandrungi wisatawan milenial, karena menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Glamping menggabungkan dua konsep wisata sekaligus, yakni berkemah dengan segudang fasilitas memadai seperti hotel bintang lima.

Lokasi wisata glamping biasanya berada di kawasan dataran tinggi. Di tempat inilah wisatawan akan dimanjakan oleh panorama hamparan bukit-bukit hijau, udara sejuk, dan tentunya beragam pilihan trekking untuk menyempurnakan pengalaman petualangan mereka.

Nadine Chandrawinata

(Foto: Instagram/@nadinelist)

Bila mengintip unggahan foto di akun Instagram mereka, Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara terlihat begitu menikmati momen wisata glamping di Ciwidey. Mereka juga tak lupa menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

"Di tempat kita menginap, protokol CHSE udah berjalan. Mulai dari pengecekan suhu waktu kita masuk, tempat cuci tangan yang ada di mana-mana, dan kamar ataupun alat-alat makan yang kita gunakan selalu disterilisasi. Enggak lupa dari kita sendiri juga harus aware buat selalu pake masker, rajin-rajin semprot hand sanitizer, Enggak lupa asupan vitamin dan olahraga buat juga buat jaga daya tahan tubuh," tulis Nadine Chandrawinata.

Bukit Sikunir, Wonosobo, Jawa Barat

Selanjutnya ada Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Tempat ini menyuguhkan panorama matahari terbit yang sangat spektakuker.

Namun untuk sampai ke puncak Bukit Sikunir, wisatawan memang harus melewati medan pendakian yang dipenuhi jalur-jalur trekking menanjak. Setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit untuk sampai di puncaknya.

Bukit Sikunir

(Foto: Instagram/@sikunir_wonosobo)

Menurut penjelasan Rizki Ariyanto, selaku Co-Founder Piknik Nusantara, wisatawan disarankan untuk memulai pendakian pada pukul 04.00 WIB. Pasalnya, sunrise akan muncul sekitar pukul 05.20 WIB.

"Sebaiknya memang bersiap dari pukul 04.00 WIB, karena proses pendakian kan membutuhkan waktu juga. Dan biasanya tidak semua wisatawan mampu untuk mencapai puncaknya," kata Rizki saat ditemui Okezone di kawasan Bukit Sikunir, Minggu 26 Juli 2020.

Tidak perlu khawatir, sesampainya di puncak rasa lelah Anda akan terbayarkan oleh pemandangan sinar mentari pagi yang memesona.

Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan pemandangan Telaga Cebong dan 8 deretan gunung dari puncak Bukit Sikunir. Kedelapan gunung itu antara lain Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Slamet, Gunung Merbabu, Gunung Lawu, bahkan Gunung Merapi.

Hidden Canyon Beji Guwang, Bali

Hidden Canyon Beji Guwang merupakan ngarai cantik yang menyuguhkan keindahan tersembunyi dari perpaduan sungai dengan keasrian alam pedesaan.

Namun, mengingat rute trekking lumayan jauh, wisatawan wajib menggunakan jasa pemandu/local guide. Ada tiga pilihan rute atau trip yang ditawarkan. Masing-masing memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, tinggal disesuaikan dengan kemampuan wisatawan.

Untuk rute pertama, wisatawan akan melintasi sungai dengan aliran kecil. Medan di rute ini sebetulnya terbilang mudah, namun wisatawan diminta untuk tetap waspada karena bebatuannya terbilang licin.

Baca juga: Tren Wisata Petualangan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Hidden Canyon Beji Guwang

(Foto: Instagram/@madeloneamee)

Memasuki rute kedua, wisatawan akan disambut suara gemiricik air dan pemandangan tebing-tebing tinggi. Di sela-selanya terlihat rembesan air di sela-sela bebatuan.

Keindahannya begitu memukau, terlebih bila datang menjelang siang hari. Sinar matahari akan masuk ke celah-celah tebing hingga menampilkan pemandangan yang memesona. Ditambah lagi panorama pepohonan yang rindang.

Sempatkanlah merasakan sensasi kesegaran air terjun yang berjatuhan dari atas tebing. Setelah puas, Anda bisa langsung menuju rute ketiga yang berhiaskan lahan persawahan yang asri. Di spot ini pula, wisatawan dapat menghabiskan sisa waktu untuk menikmati momen golden sunrise yang memikat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini