Penerapan Protokol Kesehatan di Bali Lebih Baik Ketimbang Eropa

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 406 2334255 penerapan-protokol-kesehatan-di-bali-lebih-baik-ketimbang-eropa-f7KXlDHSxq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERLAHAN tapi pasti, Bali sebagai salah satu primadona pariwisata Indonesia mulai bangkit usai sempat lesu karena pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa.

Hadir pula dalam gelaran dialog virtual bersama Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Putu Astawa menyebutkan Bali telah siap membuka sektor pariwisatanya yang bersih dan higienis dengan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga: Tempat Wisata di Penajam Paser Utara Tutup hingga 3 Januari 2021

bali

Dari paparan Putu, Bali diketahui telah memverifikasi sekitar 1800 industri pariwisata yang dinilai layak untuk beroperasi sesuai standar operasi normal yang baru sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Sertifikasi baik di tingkat Provinsi Bali atau kabupaten kota, ada 1.800 industri pariwisata yang telah diverikasi kemarin oleh Bapak Wishnutama. Berbagai edaran dan peraturan Gubernur juga sudah dikeluarkan buat yang melanggar,” ujar Putu Astawa dalam dialog virtual Kemenparekraf, Sabtu (26/12/2020).

 

Tak hanya itu, pemerintah daerah Bali juga mengikutsertakan peran masyarakat untuk saling menjaga penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan masyarakat.

“Di sini kami ada desa adat dan 1943 pecalang yang berkolaborasi untuk mengawal dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Putu membagikan kabar bahagia. Putu mengungkapkan, dari informasi yang ia peroleh dari pihak Kementerian Luar Negeri, ternyata aplikasi nyata protokol kesehatan di Bali dinilai lebih baik daripada di Eropa.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Sertifikasi CHSE "Vaksin" bagi Pariwisata Indonesia

“Info dari Kemenlu, penerapan protokol kesehatan katanya sudah lebih baik dari Eropa. Saya harap Bapak Menteri mungkin bisa mengundang perwakilan WHO, agar bisa melihat langsung di sini,” ujar Putu Astawa.

Kini Provinsi Bali sendiri diketahui tengah mengawal ketat masa liburan Natal dan Tahun Baru. Memastikan orang-orang termasuk wisatawan yang masuk ke Bali adalah hanya orang-orang sehat, demi menghindari terjadinya second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus akibat masa libur panjang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini