Banyuwangi Terapkan Prokes Ketat Berbasis Digital di Lokasi Wisata

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 406 2334268 banyuwangi-terapkan-prokes-ketat-berbasis-digital-di-lokasi-wisata-BWUOkv4CQU.jpg Keindahan salah satu pantai di Banyuwangi. (Foto: Instagram)

SEMPAT Lesu selama beberapa bulan di masa awal pandemi Covid-19, kini Banyuwangi sudah mulai menggenjot sektor pariwisata. Protokol kesehatan diterapkan ketat dengan aplikasi digital.

Dalam paparannya kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Kadispar Banyuwangi, M Yanuar Bramuda menjelaskan, Provinsi Banyuwangi telah menerapkan sederet strategi agar daerahnya bisa kembali dikunjungi para wisatawan dengan aman dan nyaman meski di masa pandemi virus corona.

“Banyuwangi sudah pelatihan dan sertifikasi SOP New Normal dan penanganan jika terjadi kondisi darurat pada wisatawan. Bukan hanya hotel dan restoran, tapi juga kepada 30 agen travel resmi hingga 250 orang driver. Agar memperkuat branding lokasi-lokasi wisata di Banyuwangi layak dikunjungi,” jelas Yanuar Bramuda dalam dialog virtual Kemenparekraf bersama Kadispar 34 Provinsi, Sabtu (26/12/2020).

Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bali Lebih Baik Ketimbang Eropa

bwi

Tak hanya itu, pemerintah daerah Banyuwangi juga memanfaatkan kecanggihan digital. Lewat penerapan digital tourism, aplikasi buatan anak-anak Banyuwangi yang berfungsi bisa mengunci secara online suatu destinasi wisata jika sudah melebihi kapasitas.

“Batasan pengunjung ke destinasi itu kan 50 persen, lewat aplikasi ini kita kunci secara online. Misalnya di Kawah Ijen sehari itu 450 orang maksimal. Lebih dari itu, kita kunci jadi tiket masuknya tidak bisa dicetak lagi,” imbuhnya.

Melalui Banyuwangi Tourism, Dinas Pariwisata Banyuwangi melibatkan langsung masyarakat untuk memberi ulasan dan laporan secara online.

“Masyarakat bisa kasih review, kasih rate bintang. Jadi kita bisa tindak lanjut kalau destinasi atau lokasi ini ratingnya jelek. Ini artinya, kita mau masyarakat kasih koreksi dan pengawasan buat yang melanggar karena memang tenaga pemerintah terbatas,” pungkas Yanuar.

Baca Juga: Kemenparekraf Siapkan Dana Hibah Pariwisata Tahap 2 dan 3

Di kesempatan yang sama, Yanuar menambahkan, pemerintah daerah Banyuwangi telah membuat aturan tegas terkait pencegahan penyebaran Covid. Mulai dari peraturan Gubernur tentang pencabutan KTP, penutupan usaha, hingga denda langsung di tempat senilai Rp25juta untuk usaha korporat yang terbukti melanggar protokol kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini