Kental Nuansa Bali, Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di Guangzhou

Antara, Jurnalis · Minggu 27 Desember 2020 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 406 2334373 kental-nuansa-bali-paviliun-indonesia-resmi-dibuka-di-guangzhou-bEqPR1Xsex.JPG Paviliun Indonesia resmi dibuka di Guangzhou, China (Foto: KBRI Beijing)

PAVILIUN Indonesia secara resmi dibuka di Taman Burung Nansha, Guangzhou, China pada Sabtu, 26 Desember 2020 kemarin. Menariknya, bangunan berbahan bambu itu merupakan karya 11 seniman asal Bali.

Paviliun tiga lantai berbahan baku bambu itu yang berlokasi sekitar 70 kilometer dari pusat Ibu Kota Provinsi Guangdong di Guangzhou.

Proses pembangunan paviliun seluas 500 meter persegi yang arsitekturnya kental dengan nuansa Nusantara itu membutuhkan waktu tujuh bulan dengan bahan baku didatangkan langsung dari Yogyakarta dan Bali.

Baca juga: Imbas Virus Corona Baru, China Tutup Akses Penerbangan dari Inggris

"Ini merupakan kado terindah 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok," kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun.

Pembukaan paviliun tersebut ditandai dengan pembukaan tirai papan nama dan pengguntingan pita oleh Dubes, Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto, dan pemilik Taman Burung Nansha Zhao Yang serta sejumlah pejabat Distrik Nansha.

Pengelola Taman Burung Nansha bersama dengan Konsulat RI di Guangzhou akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk promosi seni budaya, pariwisata, dan ekonomi Indonesia kepada masyarakat yang tinggal di wilayah selatan China.

Baca juga: 11 Atraksi Perayaan Natal Paling Menakjubkan di Dunia, dari China hingga California

Dalam membangun paviliun tersebut, Zhao terinspirasi oleh gaya arsitektur bangunan bambu di kampung-kampung Nusantara, khususnya di Indonesia.

Setiap tahun pengelola objek wisata tersebut menggelar kompetisi desain arsitektur bambu tingkat perguruan tinggi di China dan ASEAN. Karya para finalis dibangun dan dipajang di berbagai titik untuk menambah daya tarik pengunjung.

Nansha yang merupakan salah satu dari 11 distrik di Kota Guangzhou itu terletak di muara Sungai Mutiara dan tidak jauh dari Shenzhen dan Makao.

Di Nansha terdapat pelabuhan peti kemas terbesar kelima di dunia dengan kapasitas angkut 21,87 juta TEUs yang terus berkembang sejak dibangun pada era Dinasti Qin, 2.000 tahun yang lalu.

Guangzhou yang secara geografis dekat dengan Hong Kong dan Makau merupakan kota dagang terbesar di wilayah selatan China.

Barang-barang komoditas perdagangan Indonesia mayoritas mendarat di Pelabuhan Guangzhou sebelum didistribusikan ke provinsi dan daerah/kota lain di China.

Guangdong dan Fujian merupakan provinsi di China yang penduduknya paling banyak migrasi sejak masa lampau ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Dua provinsi ini memiliki dialek yang cukup familiar di telinga masyarakat Asia Tenggara, yakni Kanton dan Hokian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini